guree.id, 21 Maret 2020

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) merupakan jalur undangan masuk Perguruan Tinggi Negeri yang mempertimbangkan proses belajar siswa selama duduk dibangku sekolah dari semester 1 sampai dengan semester 5. PTN mana dan Prodi apa yang dipilih harus sesuai dengan bakat dan minat siswa. Untuk itu perlu pendampingan dari guru dan  orang tua siswa mulai dari kesiapan kompetensi akademik, keterampilan dan sikap, finansialnya, psikologisnya, sehingga PTN yang menjadi pilihan siswa tepat. 

Pendampingan Oleh Guru

Sekolah dapat membuat tim pendamping Untuk mengantarkan siswa menuju bangku Perguruan Tinggi yang favorit. Siswa sudah terdeteksi dari kelas satu, ketika siswa baru mendaftar harus mengisi kolom minat mau kuliah atau cukup sampai SMA saja. Tim, idealnya diketuai oleh guru BK yang beranggotakan wali kelas. Tim yang bekerja memverifikasi dan mendalami bakat dan minat siswa agar dapat memetakan secara kuantitas dan spesifik. Tim mengkomunikasikan dengan orang tua siswa tentang bakat dan minat siswa serta PTN mana yang akan dituju. Tim harus memberikan informasi yang mendalam kepada orang tua siswa. Persiapan akademik siswa  juga bahagian dari kerja tim apakah siswa membutuhkan bimbingan tambahan, tim bisa memfasilitasi. Sekolah dapat bekerja sama dengan Bimbel dan lembaga independen assesment bakat dan minat siswa jika sekolah tidak memiliki tenaga yang profesional. 

Pendampingan Oleh Orang Tua

Orang tua siswa harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang perkembangan pendidikan anaknya, Orang tua harus bisa membaca peluang dan tantangan untuk pendidikan anaknya, orang tua harus tahu apa cita-cita dan keinginan anak, kecendrungan kemana anaknya dalam melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi atau Akademi Vokasi dan Sekolah khusus. Untuk itu orang tua bisa berkonsultasi dengan pihak sekolah, dan psikolog.

Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam penelusuran/penjajakan minat dan bakat siswa. Orang tua menaruh harapan banyak kepada anak supaya anknya sukses dalam mencapai cita-citanya. Cita-cita anak tidak bisa dibelokkan apalagi dipatahkan oleh orang tua, tugas kita selaku orang tua hanya mengarahkan jika keinginan anak itu positif, jika keinginan anak negatif tidak sesuai dengan norma dan agama perlu di hentikan. Itupun dilakukan dengan cara pendekatan agamis.

Banyak orang tua yang memaksakan kehendak pada anaknya pada pemilihan jurusan di SMA, orang tua menyuruh anaknya masuk IPA sementara minat dan kemampuan anak berada di IPS atau Bahasa begitu juga sebaliknya. Alasan orang tua bahwa anaknya ingin melanjutkan ke Kedokteran, Perawat, Teknik atau Sains. Papa mama anaknya disuruh masuk dokter karena papa mamanya suka. Saya sering mengatakan, janganlah cita-cita bapak ibu yang tidak kesampaian dulu, ibu paksakan pada anak, sehingga anak menjadi korban cita-cita orang tuanya. Kenyataan lain banyak anak yang duduk di satu jurusan tiba-tiba minta pindah ke jurusan yang lain dengan alasan yang berbagai macam. Ini terjadi bukan permintaan siswa justru permintaan orang tuanya.

Orang tua yang bijak, bisa mengarahkan dan membimbing anaknya sesuai dengan minat dan bakat/kemampuan yang dimiliki oleh anaknya. Untuk mengetahui bakat anak dapat dilakukan cara-cara berikut: memperhatikan kebiasaan dan kesukaan anak, membiarkan anak mengekplorasi kemampuan yang dimiliki, membangun komunikasi positif, memposisikan anak di posisi terdekat, memberikan waktu yang cukup untuk bersosialisasi, mengikutkan anak kebeberapa perlombaan, mengajarkan anak untuk bekerja keras, ber kebebasan anak untuk memilih, konsultasi dengan gurunya, berikan dukungan jika hal-hal yang dilakukan positif.

Janganlah kita menyesal seumur hidup akibat pemaksaan kehendak kepada anak dalam memilih jurusan  sehingga membelokan cita-citanya.

Mari kita bangun komunikasi segitiga emas yaitu siswa, orang tua dan sekolah untuk memberikan yang terbaik buat generasi milenial.

Demikian tulisan singkat ini semoga bermanfaat, bukan tujuan menggurui tetapi sekedar sharing pengalaman yang saya amati di lingkungan kerja saya dan tren dalam masyarakat.


Beberapa paragraf dari tulisan ini sudah pernah dimuat di:https://steemit.com › @mukhtarilyas STUDENTS NEED PARENTS ACCOMPANIMENT TO GO