guree.id, 22 Maret 2020

Isra Mi’raj yang terjadi pada malam 27 Ra’jab merupakan peristiwa perjalanan Nabi Muhammad Rasulullah SAW. di malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis, Palestina. Nabi Muhammad ke sidratul Muntaha menghadap Allah pada usia 10 tahun kenabian.

Firman Allah dalam QS:Al-'Isrā' ayat 1 “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Masjidil Aqsha tempat berkumpulnya nabi terdahulu dan Rasulullah menjadi Imam besar. Dari Masjidil Aqsha Nabi Muhammad dibawa naik ke langit pertama oleh Jibril dan di sana berjumpa dengan Adam, Adam menjawab salam Nabi seraya berkata “Selamat datang, wahai anakku, sebaik-baik anak adalah engkau”. 

Di langit pertama itu Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam tiba-tiba melihat ada dua buah sungai yang mengalir. Maka ia bertanya, "Hai Jibril, apakah nama kedua sungai ini?" jibril menjawab, "Kedua sungai ini adalah Nil dan Eufrat, yakni sumber keduanya." Jibril membawanya pergi ke sekitar langit itu. Tiba-tiba Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam melihat sungai lain. Yang di atasnya terdapat sebuah gedung dari mutiara dan zabarjad. Maka Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam menyentuhkan tangannya ke sungai itu, ternyata baunya sangat wangi seperti minyak kesturi. Lalu ia bertanya, "Hai Jibril, sungai apakah ini?" Jibril menjawab, "Ini adalah Sungai Kausar yang disimpan oleh Tuhanmu buat kamu.

Jibril bersama Rasulullah naik ke langit yang kedua, ketiga, keempat , lima, enam. Dalam perjalanan menuju ke Sidratul Muntaha Rasulullah melihat tanda-tanda kebesaran Allah sebagaimana firman Allah dalam QS:An-Najm ayat 18 “Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.”

Jibril terus melanjutkan perjalanan bersama Nabi sampai ke  langit yang ketujuh, di sana berjumpa dengan Nabi Musa. Langit ketujuh paling tinggi yang duduki oleh Nabi terdahulu yaitu Musa. Tetapi untuk Rasulullah, Allah mengutusnya ke Sidratul Muntaha di atas langit ketujuh. sampailah Nabi Saw. di Sidratul Muntaha dan berada dekat dengan Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Mahaagung. Maka ia makin bertambah dekat, sehingga jadilah ia (Nabi Saw.) dekat dengan-Nya. Sejarak dua ujung busur panah atau lebih dekat lagi. Maka Allah memberikan wahyu kepadanya, antara lain ialah, "Aku wajibkan lima puluh kali shalat setiap siang dan malam hari atas umatmu."

Jibril bersama Nabi turun ke langit ketujuh berjumpa dengan Nabi Musa, Musa berkata sangat berat bagi umat mu Muhammad untuk mengerjakan shalat 50 kali dalam satu hari satu malam. Kembali kepada Allah dan minta keringanan, lalu Rasulullah bersama Jibril kembali lepas Allah dan memohon keringanan sehingga Allah mengabulkan Shalat menjadi 40 kali. Rasulullah bersama Jibril turun ke langit yang ketujuh berjumpa lagi dengan Nabi Musa dan Nabi Musa berkata masih berat bagi umat mu Muhammad, kembali lagi kepada Allah dan minta keringanan, Rasulullah bolak balik menghadap Allah untuk mendapatkan keringanan atas anjuran Nabi Musa. Pada akhirnya shalat yang diwajibkan Allah kepada Nabi Muhammad dan umatnya hanya 5 waktu sehari semalam. Itu pun Musa masih mengatakan berat dan Rasulullah kembali menghadap Allah, dan Allah berfirman *"Sesungguhnya keputusan yang ada pada-Ku ini tidak dapat diubah lagi, persis seperti apa yang telah Aku tetapkan atas dirimu di dalam Ummul Kitab (Lauh Mahfuz). Maka setiap amal kebaikan berpahala sepuluh kali lipat kebaikan. Dan kewajiban salat itu telah tercatat lima puluh kali di dalam Ummul Kitab, sedangkan bagimu tetap lima kali."*

>SETIAP AMAL KEBAIKAN BERPAHALA SEPULUH  KALI LIPAT 

Mari kita tebarkan kebaikan dan perbaiki sujud kita dan seraya memohon ampun. Semoga kita dapat meminum air sungai Kausar Rasulullah dan dapat berjumpa dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam.

Sahabat, tulisan ini untuk mencerahkan kembali penulis dalam rangka motivasi ibadah. Mohon maaf atas segala kekurangan, untuk lebih lengkapnya silahkan baca kembali pada referensi di bawah ini atau referensi lain.

Referensi: 

1.Tafsir Ibnu Katsir

2(http://m.tribunnews.com/amp/section/2019/04/02/hikmah-isra-miraj-perjalanan-nabi-muhammad-mendapat-perintah-salat-jatuh-pada-rabu-3-april-2019?page=2

3. (https://m.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190402201146-284-383025/kisah-nabi-muhammad-dan-hikmah-isra-miraj)