Guree.id, Lhokseumawe, 26 April 2020,Asslamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, hai sahabat guree.id jumpa kembali dalam Nasehat Aceh. Nasihat ini dari dulu saya sudah hafal tetapi tidak tahu dari mana dan siapa yang mengarangnya, yang jelas nasihat orang tua Indatu kita tempo dulu sampai sekarang masih sesuai. Mengkisahkan bagaimana Kerbau mati dan sampai kepada Elang yang memiliki sifat suka-suka. Pantun Nasehat sebagai berikut:

U’ek keubeu u’ek keubeu mate dalam seulamuek

Peujeut mate di kah keubeu hana so geubeu di lon hai Po

Peujeut han kagebeu dikah aneuk mit saket pruet di lon hai Po

Peujeut saket dikah pruet bu meutah di lon hai Po

Peujeut meutah di kah bu kaye basah di lon hai Po

Peujeut basah di kah kaye ujeuen rah di lon hai Po

Peujeut karah di kah ujeun cangguek yue di lon hai Po

Peujeut kayue di kah cangguek manok patok di lon hai Po

Peujeut kapatok di kah manok siwah tak di lon hai Po

Peujeut ka tak di kah siwah Galak-galak kutak sigo

Kira –kira makna dan maksudnya yang saya pahami seperti ini

Uek keubeu uek keubeu mate dalam seulamuek

(kerbau mati dalam kandang/kubangan)

Peujeut mate di kah keubeu hana so geubeu di lon hai Po

(penyebab mati karena tidak digembalakan/tidak dilepaskan)

Peujeut han kagebeu dikah aneuk mit saket pruet di lon hai Po

(anak pengembala sakit perut sehingga tidak menjalankan tugas)

Peujeut saket dikah pruet bu meutah di lon hai Po

(penyebab sakit perut karena makan nasi mentah)

Peujeut meutah di kah bu kaye basah di lon hai Po

(penyebab nasi mentah karena kayu masak basah)

Peujeut basah di kah kaye ujeuen rah di lon hai Po

(penyebab basah karena hujan)

Peujeut karah di kah ujeun cangguek yue di lon hai Po

(penyebab hujan karena permintaan katak)

Peujeut kayue di kah cangguek manok patok di lon hai Po

(penyebab katak meminta karena desakan ayam)

Peujeut kapatok di kah manok siwah tak di lon hai Po

(penyebab ayam mematok karena elang/rajawali)

Peujeut ka tak di kah siwah Galak-galak kutak sigo

(kenapa kamu elang, suka-suka saya)

Po, maksudnya Allah yang maha menciptakan makhluk

Nasihat di atas mulai dari kerbau mati sampai kepada elang bersikap/berperilaku suka-suka, bisa sebagai propaganda, bisa saling menyalahkan, bisa saling melemparkan tanggungjawab, bisa jadi intruksi yang serius yang di jalankan oleh bawahan tetapi di atas hanya suka –suka seperti perilaku siwah (Elang/Rajawali). Bisa juga mengarah kepada gaya kepemimpinan yang diktator karena pada gaya ini seorang pemimpin banyak kebijakan yang suka-suka dan pemenuhan selera pribadi. Tidak perlu tahu bagaimana melarat dan menzalimi bawahan yang penting Aku senang. Suka-suka aku, tetapi betapa banyak jenjang tanggung jawab dibawah yang amburadul seperti kehilangan sistem. 

Banyak kita temukan dalam kehidupan  sehari-hari, akibat sebuah permainan untuk menyenangkan pribadi,  orang lain yang menjadi korban. Janganlah berperilaku seperti siwah. Janganlah bersifat ulok-olok seperti perilaku siwah hanya untuk mengejar kesenangan pribadi. Ketika pekerjaan itu mudah dan penampakan hasil saja tanpa melibatkan diri dalam proses, paling banyak orang yang ambil peran. Tetapi ketika itu bermasalah, sudah saling lempar tanggung jawab, bukan urusan sayalah itu urusan sifulan. Lebih parah lagi difasilitasipun tidak, ya cuek saja. Dalam hudeep bek lah getanyoe jeut ke bagian dari Laboo darah dari sebuah perjuangan. Artinya orang lain yang berperang, datang seseorang ambil darah lumurkan ke badan seolah-olah dialah yang berperang. Janganlah mengambil peran yang seperti itu wahai saudaraku.  Bagaimana perilaku organisasi yang standar lebih indah untuk dijalankan.  

Nah demikian sekelumit makna yang saya pahami, mohon kepada sahabat guree.id yang ahli pantun dan nasihat dalam bahasa Aceh dapat mengomentari. Mohon maaf jika tulisan dan tatabahasa aceh saya kurang tepat. 

"MARI CEGAH CORONA DENGAN BERPERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT" (PHBS), JAGA JARAK INSHA ALLAH SELAMAT.