Guree.id, Lhokseumawe, 29 April 2020, Menurut yang dapat kita lihat dan ukur kehidupan seseorang bertolak belakang dengan kondisi real. Tetapi mengapa justru disembunyikan dari fakta sebenarnya. Seperti tidak siap menjalani hidup apa adanya. Banyak sekali perilaku hidup semacam memainkan peran saja, sebagaimana dalam drama komedi dan film saja. Dalam film seseorang bisa terus menerus ia bisa menjadi seorang milyarder dan bisa juga sebagai bandar narkoba. Bisa juga berperan seperti seorang ustadz, seorang kriminal, dan bisa juga sebagai petualang cinta.
Bob Sadino seorang pengusaha sukses mengatakan "Bergayalah Sesuai Isi Dompet mu" Yang beneran punya, enggak  akan banyak bicara seperti mereka yang berlaga sok punya"
Hidup  di dunia yang fana ini tidak bisa seperti itu, kalau memang kadarnya satu muk kenapa harus dipaksakan satu bambu. Kalau memang sanggup beli kain katun kenapa harus beli kain wool. Semua itu bisa terjadi di sekeliling kita apakah dunia politik, pendidikan dan ekonomi, dan aktivitas selaku makhluk sosial ditengah-tengah masyarakat. Maaf untuk mewujudkan keinginannya bisa menghalalkan segala cara termasuk harkat dan martabatnya pun digadaikan, bahkan dilelang. Sungguh membuat hidup ini seolah-olah sangat berat dan perih.
Indatu kita sudah berpesan:

Hosting Unlimited Indonesia

HABA UREUENG TUHA"BEK SOM GASIEN PEULEUMAH KAYA, JAK UBE LOT TAPAK, DUEK UBE LOT   PUNGGONG, RHOENG BEULAKU IJA". Artinya jalani saja hidup apa adanya yang telah dianugerahkan Allah kepada kita, jadi berjalan sebatas besar kaki melangkah, duduk sebatas kadar besar panggul  dan pakailah pakaian yang sesuai dan sederhana. Jika bisa dicapai 60% kenapa harus dipaksa harus 80% dengan cara-cara tidak berintegritas. Yang perlu dilihat proses nya sudah maksimal atau belum, karena orang bijak berkata:

PROSES TIDAK PERNAH MENGKHIANATI HASIL.
Tidak kurang kita dapati penampilan palsu untuk menutupi kondisi yang sebenarnya, kadang-kadang sampai kepada kebutuhan primer pun dipalsukan apalagi yang sekunder.
Indahnya dan lebih nyaman seperti hadis maja di atas. Jalani hidup apa adanya, jangan terlalu dipaksakan jika memang belum saatnya. Berusaha, ikhtiar, berdoa itu wajib baru tawakkal. Lebih nyaman lagi dan lebih bermartabat menjalani hidup sesuai dengan sunatullah dan tuntunan Rasulullah.

MARI CEGAH CORONA DENGAN  BUDAYA HIDUP BEREH (BERSIH, RAPI, ESTETIS dan HIJAU) + PHBS