Guree.id, Lhokseumawe, 19 Mei 2020, Sahabat guree.id di mana saja anda berada, semoga kita semua dalam keadaan sehat dan tetap siaga bersama orang yang anda sayangi dan cintai.

Suatu hari seorang tokoh didatangi oleh seorang bapak paruh baya yang peduli dan pengamat dengan gejala sosial dan penyakit masyarakat. Dia berkata, tolong bapak ingatkan orang tua si melati katakanlah namanya,  bahwa setiap hari pulang sekolah bukan langsung pulang ke rumah melainkan  ganti busana menuju cottage dan tiba di rumah selalu malam. 

Kisah tersebut sekitar tahun 1990 han. Di sebuah kota kecil ada hotel dan motel Cottage, yang fasilitasnya ada bar dan diskotik. Melati yang diamati adalah siswa salah satu Sekolah Menengah Atas di kota tersebut. Lalu tokoh masyarakat tersebut di atas mendatangi orang tua melati di rumahnya, dan berkata, anak bapak pulang sekolah selalu ke diskotik. Orang tua melati menjawab “ka kamo hana mufom diskotik bek lah bak aneuk kami” Astaghfirullah.  sudah kami tidak tahu diskotik, janganlah anak kami juga. Karena jawaban yang demikian tokoh tadi langsung keluar dan pergi. Tidak ada yang bisa didiskusikan pikirnya. 

Kisah terpisah, anak remaja laki-laki kelas 3 SMP selalu pulangnya pukul 2 pagi, pemerhati penyakit sosial bertanya kepada orang tua anak tersebut kenapa si agam drouneuh selalu pulangnya telat malam  ke mana saja, lalu dijawab itu lumayan pulangnya pukul satu atau pukul dua, saya dulu pulangnya sampai pagi. 

Dari dua kasus kehidupan di atas, kita dapat berasumsi bahwa orang tua punya peran sangat penting dalan pembentukan perilaku anak. Kheun Ureung Tuha ''Pakriban U Meunan Minyeuk, Pakriban  Ku Meunan Aneuk''.  Orang tua faktor penentu pembentukan karakter anak sejak usia dini. Kasus di atas ada pembiaran dari orang tua yang tidak mau banyak tahu tentang persoalan remaja. Di Aceh diskotik itu masih tabu dan dianggap melanggar syariat, maka kontrol sosial pun muncul sukarela dari orang yang peduli. Itu dulu jaman 90'an.

Bagaimana dengan kondisi kekinian anak hidup di zaman milenial. Zaman cryptocurrency, anak begitu mudah mengakses informasi, adanya judi online, fasilitas cafe bertebaran dimana aja,  cukup mudah bagi anak memulai hal yang negatif. Ada siswa yang bangga menceritakan pada gurunya bahwa dia dapat banyak dari game online, berarti bagi mereka yang sudah kecanduan game, berjudi itu biasa aja dan apakah pemahaman sebagian orang tua juga seperti itu.  Sungguh memprihatinkan fenomena tersebut jauh sekali pemahaman dan pengamalan agama dari kehidupan.


Saya sedih dan prihatin dengan kasus di atas, maka kita selaku orang tua harus sangat bijak dalam mendidik dan keteladanan yang disunahkan Rasulullah Shallallahi Alaihi was-salam harus bisa ditunjukkan dan diamalkan sejak dini. Orang tua bertanggung jawab penuh terhadap tumbuh kembangnya anak, termasuk 

Demikian, semoga bermanfaat, mohon kritik dan saran serta komentar anda sahabat guree.id