Guree.id, Lhokseumawe, 28 Mei 2020 Anda boleh percaya atau tidak tapi ini benar adanya, pasangan suami Isteri yang menjalani hidup begitu pahit, suami kerjanya mocok-mocok dan isteri juga kerja untuk menambah penghasilan keluarga dengan membuat kuwe. Jadi masalah pelayanan dalam tatanan  rumah tangga sudah mereka maklum. Suami mengambil sendiri nasi dalam rescuker, dan masalah lain tidak terlalu bergantung kepada isteri. 

Suatu saat  suaminya ini,  atas kepercayaan orang menjadi orang sukses dan memiliki usaha sendiri menjadi pimpinan perusahaan. Memiliki staf di kantor, idealnya dia mendapatkan pelayanan yang baik juga di rumah dari istrinya. Tetapi isterinya tidak peka masih memperlakukan suaminya biasa saja, maka apa yang terjadi akibat kurang servis dari istri...

Sebuah cafe yang selalu disesaki pengunjung bukan karena sajian kopi yang memiliki cita rasa wah, tetapi ada pelayanan yang berbeda kepada pengunjung, mulai dari cepat saji, kualitas tetap terjaga dan selalu tahu selera pengunjung. Bicara kualitas sajian, banyak juga cafe lain yang menyajikan rasa kopi yang nikmat tetapi ada saja kurangnya dari sisi pelayanan. 

Sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sangat banyak kendaraan  mengisi bahan bakar tapi bukan antrian langkanya bahan bakar, melainkan adanya pelayanan yang menarik, setiap kendaraan yang mengisi bahan bakar sambil menunggu giliran ada petugas yang membersihkan kaca mobil dari debu. Ini yang membuat daya tarik pelanggan sehingga tidak beralih ke SPBU yang lain. 

Suatu waktu pada tahun 1988, saya pernah melayani dan menemani kakek sepupu saya di Banda Aceh saat beliau mengunjungi anaknya. Saya mengantar sampai ke terminal termasuk ongkos labi-labi dari darussalam ke terminal pun saya yang bayar. Saya lakukan itu karena beliau adalah kakek sepupu saya yang harus di muliakan, dan saya antar sampai ke dalam bus. Begitu pamit dan bus mau berangkat,  saya diberikan uang yang jumlahnya 5x lebih besar dari yang yang saya keluarkan untuk ongkos labi-labi. 

Pengalaman lain,  pada tahun 1998 saya dan istri berkunjung ke keraton yogyakarta setibanya di gerbang besar kami ditawari tukang becak dayung untuk mengantar ke dalam, kami menolak karena kraton di seberang jalan hanya jalan kaki beberapa puluh meter saja sudah sampai. Tapi tukang becak menawarkan hanya dengan ongkos Rp 1.500, seperti setengah memelas dan akhirnya kami naik becaknya. 

Ternyata kami dipandu sampai kedalam untuk keliling kraton, kami  dipandu ke  masjid bawah tanah, ada membatik dan semua informasi bisa kami dapatkan dari seorang tukang becak. Kami diantar kembali keluar kraton, dan kami bayar ongkosnya Rp 1.500, lalu apa yang kami alami yaitu pelayanan yang diberikan maka kami berikan dia Rp 5.000,.

Anda sering berjalan di depan pertokoan yang menjajakan pakaian dan Asesoris, pramuniaga berucap cari apa sayang, cari apa ya bunda silahkan masuk lihat dulu. Tidak pernah marah jika tidak jadi beli walaupun sudah dibuka beberapa kodi. Begitulah bentuk pelayanan yang diberikan oleh seorang pelayan toko yang merupakan sop sebuah toko. Bisa jadi rencana yang dibeli satu item menjadi satu keranjang karena pelayanan yang baik dan menyenangkan.

Sahabat guree.id pelayanan sebuah Cafe, Pelayanan SPBU, pelayanan Kakek sepupu, pelayanan tukang becak keraton  dan pelayan toko adalah bentuk servis yang diberikan  kepada sesama dalam batas wajar. Servis itu penting, dan utamakan servis dari kita duluan.  “Kata orang bijak servis itu bunga-bunga daripada uang.” atau servis itu pundi-pundi rezeki. Setiap usaha, kita pasti berhubungan dengan orang lain. Sudah pasti kita melayani dan juga dilayani. Pada posisi kita melayani, layanilah dengan sepenuh hati. Tunjukkan selalu bahwa pelayanan yang diberikan selalu di atas Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Dikian serial kehidupan kali ini semoga bermanfaat,