Guree.id,Lhokseumawe, 26 Mei 2020, Hai sahabat guree.id dimana saja anda berada selamat menikmati hari yang indah besama keluarga dan orang-orang yang kita cintai. Serial kehidupan kali ini tentang sifat iri dengki suatu penyakit hati yang perlu pengikisan sampai ke akar-akarnya. 

Sering kita jumpai dalam sebuah komunitas, baik kolega maupun teman ataupun masyarakat lingkungan kita yang masih kental sekali dalam berprinsip "untuk dirinya tidak boleh  berkurang sedikitpun dan untuk orang lain apalagi", jika maksud tidak tercapai lebih baik dia tidak dapat dan orang lain juga atau dalam pepatah Aceh "Singet Bek, Meuruah Jeut". Lebih kurang begini tamsilannya air dalam bejana berkurang sedikit karena kemiringan tidak boleh, tumpah seluruhnya karena oleng boleh. Ini artinya kalau hajat seseorang tidak sampai maka untuk orang lain juga dia tidak rela. 

Berbagai upaya dilakukan untuk menggagalkan program tersebut, yang jelas dia tidak rela program tersebut sukses ditangan orang lain. Janganlah beranggapan bahwa jika bukan karena kita itu acara tidak akan sukses. Ingat bahwa kita butuh dengan orang lain.  Sungguh picik, licik dan sempit sekali pemikiran untuk orang seperti itu. Perilaku dan perangai "KU'EH" yang sudah merasuk dalam jiwa orang seperti itu. Jika hajat tidak sampai apa pun akan dilakukan, walaupun timbul penyesalan di kemudian hari. 

Lebih parah lagi melakukan pembusukan dari dalam, padahal masih dalam satu organisasi, masih dalam satuan kerja, masih dalam satu garis komando, ini orang, bahaya sekali. Nyan ka "Toh ek lam kanot bu drou".Lebih bijak dan arif jika berlapang dada untuk menerima konsekuensi dari sebuah perjuangan dengan cara sportivitas. Apakah menang, siri atau kalah syukuri apa adanya. Berjiwa besar itu karakter langka tapi bisa dipraktekkan untuk lebih nyaman dalam menjalankan sebuah  organisasi. Ikhlaskan saja peluang orang lain untuk berbuat dan sukses dalam menjalankan suatu program, dengan sikap berdiam saja tanpa ocehan dan koar-koar itu sudah mendukung. Apalagi program tersebut berdampak pada orang banyak dan kemaslahatan umat.


Sebenarnya orang yang berjiwa besar itu, dia siap dimana dan kapan saja serta dalam situasi apapun untuk berada dalam sebuah tim. Siapa saja pemimpin nya tidak soal asal masih dalam batas normalitas dan menjunjung etika.  

Prinsip "Ro bek, meuruah jeut" janganlah dijadikan prinsip dasar dalam hidup kita bermasyarakat dan berorganisasi. Karena itu tidak baik, bisa merugikan kita dan orang lain. 


Tulisan ini untuk mengajak pribadi saya kearah  Lebih baik dan jika bagi pembaca bermanfaat ambilkah. Jika kurang tepat dalam penulisan Bahasa dan pengertiannya, mohon saran dan masukan. Terima kasih. Pastikan tetaplah bersama Guree.id, informasi pendidikan dan kehidupan. 

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1441 H. TAQABBALALLAHU MINNA WAMINKUM,       MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN