Guree.id, Lhokseumswe, 20 Juni 2020, hai sahabat guree.id di mana saja anda berada semoga dalam kondisi baik dan sehat walafiat. Kali ini saya ingin berbagi   tentang perilaku orang malas bayar utang.

Hakikat utang dibawa mati, itu sering kita dengar pada pengajian dan ceramah agama. Apa arti utang dibawa mati, ketika ada hamba Allah yang meninggal tidah boleh dikuburkan jika utangnya tidak ada yang menanggung. Kata-kata takziah  ketika mau melepaskan jenazah menuju tempat alam kubur maka ditanya jika ada utang Almarhum yang bisa dimaafkan lebih baik, jika tidak bisa dimaafkan silahkan menghubungi ahli warisnya untuk diselesaikan.

Begitu berat masalah utang  sesama manusia, maka semasa hidup selesaikan semua utang  kita supaya jangan menjadi beban keluarga di kemudian hari. Berbicara kewajiban untuk menyelesaikan utang bukan jumlah yang besar atau kecil tetapi status kalau sudah diikrarkan utang Rp 1 pun wajib diselesaikan. Jika tidak akan menghalangi kita ke alam kubur jika yang si piutang tidak mengizinkannya. 


Perintah untuk  membayar hutang dalam Alquran Surat Al-Baqarah;282

Penyakit masyarakat

Payah bayar utang itu penyakit masyarakat, saya banyak menemukan orang yang mampu untuk bayar utang tetapi ia menunda dengan dalih belum ada uang, tetapi ironisnya kebutuhan sekunder keluarganya selalu terpenuhi malah berlebih. Yang lebih parah lagi tunggu sampai kaya dulu baru bayar utang. 

Kenapa banyak orang bermain-main dengan utang, jika sudah tahu hakikat utang itu berat sekali maunya segera dilunaskan, kalu belum punya uang hendaknya jadwalkan dan dialokasikan. Ketika ia butuh dan datang  kepada orang lain untuk meminjam, suaranya lembut dan lemas sekali, heeh begitu giliran bayar keras kali suara dan lehernya tegang, begitulah perilaku orang yang berutang. 

Baca juga artikel terkait :

Trading uang Berkedok Investasi 

Orang bayar utang jarang sekali mengantar, jadi harus dijemput itupun dengan waktu yang diulur-ulur. Orang sering mengantar linto baro/dara baro, kemudian jenazah yang diantar, dan jarang orang mengantar utang, itulah hidup dan sandiwara di dunia ini 

Perilaku buruk tidak mau bayar utang bukan saja menyangkut dengan utang pribadi termasuk utang dengan dunia usaha, perbankan, lembaga koperasi dan lembaga keuangan lainnya. Sebenarnya dampak lebih besar dari utang pribadi karena mendalami banyak orang yang bergabung ke suatu lembaga. Inilah yang membuat dunia usaha kecil dan menengah mandek. Ada daerah di bagian nusantara ini yang memberikan hukum adat kepada orang yang malas atau tidak mau bayar utang. Orang yang tidak mau bayar utang diusir dari kampungnya karena dianggap membawa sial.

Marilah menjadi pribadi yang amanah dan komitmen pada janji, selesaikan kewajiban nya tepat pada waktunya, jangan pernah menzalimi orang lain jika anda dizalimi orang.

Baca juga: 
BANK SYARIAH DAN KONVENSIONAL (Perbedaan yang Mendasar)

Demikian, semoga bermanfaat, mohon kritik dan saran serta komentar anda. Tetaplah bersama guree.id untuk informasi lainnya.