Guree.id, Lhokseumawe, 2 Juni 2020 Hai sahabat guree.id  di mana saja anda berada, selamat beraktifitas dan menikmati hari anda bersama orang-orang yang kita sayangi dan cintai.

Nabi Ibrahim Alaihi Salam 85 tahun berdoa kepada Allah Subhana Hu wa Ta'ala untuk mendapatkan seorang anak yang saleh. Doa dalam QS.As-Shaffat:100

Allah mengabulkan doa Nabi Ibrahim, maka dikarunia seorang anak laki-laki dari Ibunda Siti Hajar yang bernama Ismail. Siti Hajar dan Ismail ditinggalkan di sebuah lembah yang tandus dan  tidak ada kehidupan manusia lain di sana. Siti Hajar bertanya kepada Ibrahim tegakah engkau meninggalkan kami di sini wahai Ibrahim. Ibrahim membisu tidak sanggup berucap, belum lepas kerinduan pada anaknya Ismail yang sudah lama menunggu terpaksa dia tinggalkan. Lalu Siti Hajar bertanya lagi Wahai Ibrahim apakah perintah Allah ini. Ibrahim menjawab ya. Jika ini perintah Allah Berangkatlah wahai suami ku. Pasti Allah tidak akan menyia-nyiakan kami.


Ibrahim berangkat ke Palestina untuk menjalankan perintah Allah, dan Tinggallah Ismail bersama Ibunda Siti Hajar di sebuah lembah dekat Ka'bah ,  Safa dan Marwah dengan berbekal air dan makanan seadanya. Ketika persedian logistik sudah habis, lalu Ismail membutuhkan air maka Ibunda Siti Hajar berlari dari Shafa ke Marwah disana kelihatan ada air padahal hanyalah fatamorgana belaka. Ibunda Siti Hajar bolak balik dari Shafa ke Marwah yang jarak nya 450 meter sebanyak tujuh kali  itulah dasar Sa’i bagi orang umrah dan Haji.  

Siti Hajar tidak mengenal lelah mendaki bukit dan sangat tegar dan sabar untuk berusaha mencari air. Siti Hajar sangat yakin bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan hambanya. Pada akhirnya air tidak ditemukan, Ismail yang ditinggalkan menghentakkan  kaki di tanah yang berbatuan dengan kehendak dan pertolongan Allah keluarlah air sehingga Siti Hajar menahan air tersebut dan berkata zam zam zam zam artinya kumpul Itulah asal usul sumur zam zam yang sekarang berada Masjidil Haram Mecca Yang airnya diam dan jika diambil akan bertambah sejumlah yang diambil. Masya Allah, Qudrah  dan Iradah Mu ya Allah.


Kembali Ibrahim dari Palestina, Ismail sudah berumur belasan tahun, Allah menguji kembali kesabaran dan ketaqwaan Nabi Ibrahim dan keluarganya. Ismail anak satu-satunya mendapat perintah Allah melalui mimpinya untuk disembelih. Maka kembali Siti Hajar bertanya,  perintah Allah kah ini wahai Ibrahim, Ibrahim menjawab ya. Kalau ini perintah Allah laksanakan wahai Ibrahim. 

Lalu Ismail dibawa ayahnya Ibrahim ke sebuah bukit di Mina untuk di sembelih. Nabi Ibrahim tidak sanggup melihat leher Ismail di bawah pisau tajam, tapi karena ini perintah Allah. Maka Bismillahi Allahu Akbar. Lalu Allah perintahkan kepada Malaikat untuk menggantikan Ismail dengan seekor kibas yang besar. Itulah dasar sunnah berqurban pada Umat Muhammad.  

Sudahkah kita menyisihkan sebagian rezeki yang Allah singgahkan kepada kita untuk berbagi di hari Qurban. Masih banyak saudara kita yang hanya makan daging setahun sekali. 

Semoga kita dalam lindungan Allah Subhana hu wa Taala. 

Marilah kita berqurban dengan tulus dan ikhlas mengikuti perintah Allah.  dengan mencontoh qurbannya Habil dan ketaqwaan serta kesabaran Nabi Ibrahim Alaihi Salam. Berbagi tidak harus menunggu kaya. 

Demikian semoga bermanfaat dan menjadi pelajaran bagi penulis sendiri dan para pembaca. kritik dan saran sangat diharapkan.