Guree.id, Lhokseumawe, 26 Juni 2020, Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh, shalat merupakan rukun Islam yang kedua setelah Syahadat, tidak ada alasan untuk meninggalkan shalat. Shalat menjadi kewajiban bagi setiap insan muslim. Shalat yang gerakannya dimulai dari niat dan diakhiri dengan salam dan diantaranya semua berisi doa. Shalat aktifitas hubungan langsung dengan Allah SWT. 


Banyak orang yang tidak shalat karena lalai, saya sering menanyakan kepada siswa saya apakah subuh tadi kalian shalat.  Apakah Isya kalian shalat. Jawaban tidak menggembirakan. 

Doa Nabi Ibrahim, memohon kepada Allah supaya generasi dan cucunya untuk dapat terus mendirikan shalat. Kita generasi dari Nabi Ibrahim semoga kita termasuk dalam doa Nabi Ibrahim. Jadikanlah kita dan keluarga kita serta anak cucu kita hamba-hamba yang tidak pernah meninggalkan shalat. Mari kita amalkan dan lakukan  doa Nabi Ibrahim.


Ketika Nabi Ibrahim meninggalkan Ismail dan Ibunda Siti Hajar di lembah yang tandus dan tidak mempunyai tanaman dekat dengan Baitutullah, Doa Nabi Ibrahim kepada Allah agar mereka mendirikan shalat,  shalat yang utama, kemudian beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan merea bersyukur. selengapnya doanya lihat Alqur'an  surat Ibrahim ayat 37.


Pencerahan dari guru kira Udt.Nazli Hasan Nabi Ibrahim berdoa seperti itu karena:

Shalat memancing keberkahan dari Allah.

Salah satu ciri orang yang baik banyak dirindukan oleh orang lain.

Tidak minta pohon tapi langsung buah2an.

Makbulnya doa Ibrahim. Sehingga daerah taif menjadi subur menghasilkan berbagai buah dan sayur.


Doa berikutnya:

Nabi Ibrahim memohon kepaa Allah  agar dirinya dan anak cucunya menjadi orang-orang yang tetap mendirikan shalat, lihat QS.Ibrhim; 40
 
Nabi Ibrahim memohon ampunan kepada Allah, juga ampunan buat ibu bapak kita dan ampunan untuk orang-orang mukmin pada hari terjadinya hari kiamat.  Doa selengkapnya dalam  QS.Ibrahim:41.

 BACA JUGA: 

DOA NABI IBRAHIM UNTUK MEMPEROLEH KETURUNAN DAN PENGORBANANNYA

Setiap kita, akan mengalami perhitungan Allah di hari kiamat. Sebelum masa itu tiba coba kita renungkan dan muhasabah diri apakah banyak kebaikan dibandingkan keburukan yang kita lakukan di dunia yang fana ini. Perhitungan Allah maha teliti,  sekecil apapun kebaikan atau keburukan yang kita lakukan tercatat dengan rapi dalam buku amalan kita. Kita persiapkan diri semasa hidup sebagai bekal menuju akhirat yang kekal abadi, dan dunia ini sebagai jembatan menuju akhirat. 

Marilah sahabat ku sekalian selalu berdoa agar kita dan cucu kita masuk dalan Nabi Ibrahim, yang selalu mendirikan shalat dalam situasi dan kondisi apapun dan Bagi Jum laki2 shalat Berjamaah fardhu kifayah menurut Imam Syafi'i. Sedangkan menurut Imam Hambali fardhu 'in. 

Demikian yang dapat saya bagikan pagi ini, semoga bermanfaat.