Guree.id, LHOKSEUMAWE, 13 Juni 2020, Akhir-akhir ini banyak sekali bermunculan usaha trading online. Trading yang bergerak di bidang komoditi hasil alam, jasa, dan trading di bidang financial. Masih segar dalam ingatan kita bahwa di Lhokseumawe kisaran tahun 1999 pasca krisis moneter melanda negeri ini beroperasi sebuah perusahaan PT.BMA yang populer dengan Bayumas. Bayumas bergerak di bidang investasi berjangka pendek yaitu di bidang pakaian jadi, itu yang menjadi nilai jual untuk menarik calon investor. Paket yang ditawarkan pada waktu itu investasi sebesar Rp 6.000.000,- jangka waktu 40 hari akan kembali Rp 9.000.000,- pokok plus untung. Banyak orang yang tergiur untuk bergabung ada yang mengambil lebih satu paket.  Saya pernah diajak teman saya waktu itu, ia berkata apa mau ganti honda baru dengan berinvestasi pada Bayumas. 


Akal sehat masih berfungsi dan berpikir investasi apa yang bisa  menghasilkan 444% per tahun, saya berkesimpulan bisnis ini tidak sehat, pasti ada modus lain dibalik investasi berkedok pakaian jadi.  Saya heran banyak juga pemuka Agama yang tergiur dan bergabung, tidak menganalisa dan mengetahui prosesnya. Akhirnya Bayumas gulung tikar membawa kabur uang masyarakat yang bergabung. Pengalaman tersebut kiranya bisa jadi pelajaran untuk memulai investasi. Perusahaan yang resmi bergerak di bidang investasi paling tinggi bagi hasil menawarkan sampai dengan 25-30% per tahun. Berbeda dengan kepemilikan saham bisa jadi melambung dan bisa jadi down. Jadi penawaran investasi yang menjanjikan bisa dapat di atas 40% perlu analisa lebih mendalam, jangan-jangan investasi bodong.

Zaman digital sekarang ini banyak tawaran semacam Bayumas ala baru. Bergabung dengan komunitas tertentu, nama kumpulannya jelas tidak tercatat  sebagai perusahaan yang bergerak di bidang investasi dan trading. Ketika mau digolongkan ke dalam perusahaan  bodong, ya tidak terlacak karena kumpulan yang saling percaya.  Setiap orang yang mau join sebagai anggota bisa memilih paket mulai Rp 1.500.000,- sampai dengan paket Rp 150.000.000,- dan keuntungan per 10 hari.

Sebagai contoh  Jika berinvestasi Rp 1.500.000, selama 500 hari mendapat untung 1 jt. atau sebesar 47,33% per tahun. Angka ini bisa mengalahkan jasa bunga perbankan atau Badan investasi lain yang menjual saham secara resmi di Bursa Efek. Apa mungkin bisa mendapatkan untung sebesar itu jangan-jangan ini kedok saja untuk mengelabui calon mitra dan anggota. Paket dan Keuntungan yang ditawarkan bervariasi, masing-masing komunitas berbeda. Yang dikhawatirkan usaha trading seperti itu dikelola oleh satu orang atau pemain tunggal lebih berbahaya. Dalam bertransaksi untuk setor dan join melalui internet dan jasa bank. 


Hasil ulasan diatas jika ditinjau dari sisi ekonomi dan investasi masih memungkinkan jika kumpulan tersebut bergerak di sektor riel. Tetapi kalau untuk perdagangan berat rasanya meraup keuntungan 100% sebelum dibagi dengan mitra, kecuali trading uang.

Ditinjau dari sisi hukum syariah silahkan anda berkonsultasi dengan pakarnya, karena saya bukan ahlinya. 

Jika ingin berinvestasi seperti model di atas, harus hati-hati, pelajari dulu keabsahan dan legalitas badan usaha tersebut. Berpikir jernih dan mengkaji lebih  mendalam dan pertimbangkan untuk bergabung itu lebih bagus. 

Demikian tulisan saya kali ini, semoga bermanfaat, teruslah bersama Guree.id