GUREE.ID, LHOKSEUMAWE, 11 SEPTEMBER 2020,  Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, sahabat guree.id yang dirahmati Allah, semoga di hari barokah ini  anda dan kita semua menjadi lebih baik. Kenikmatan dunia yang fana ini hanya sebentar saja, hanya ½ jam hari akhirat jika perbandingan 1 hari akhirat ekuivalen dengan 1000 Tahun dunia, maka untuk itu jangan melampau.


Manusia sebagai makhluk unik dan terindah di permukaan bumi ini yang diciptakan Allah Subhana Hu Wa Taala memiliki batas usia untuk hidup. Manusia pertama  diciptakan adalah Adam dari tanah. Kemudian proses terjadi generasi berikutnya, dari setetes air mani, Bagaimana proses  penciptakan manusia,lahir dan sampai dengan diwafatkan kembali silahkan lihat    firman Allah dalam Surat (Al-Ĥaj:5). 

Manusia yang bahru akan menemui mati, cuma waktu itu rahasia Allah, tidak seorangpun tahu. Pertemuan sperma dan ovum kemudian berproses selama 9 bulan maksimal baru  lahir menjadi bayi, tumbuh dan berkembang menjadi dewasa, kemudian sakit atau lansia dan akhirnya mati. 

Mati adalah media untuk menuju surga atau neraka. Bagi orang yang beriman dan bertaqwa dan para sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, mati sangat  didambakan karena yakin bahwa hari akhir lebih baik dari dunia ini. Menuju hari akhir yaitu hari perhitungan Allah maka kita mati terlebih dulu. Sahabat guree.id, tidak seorang pun bisa lari dari proses ini, cuma waktu saja yang tidak kita tahu. 

Apakah kita juga mendambakan mati seperti Sahabat Rasulullah,  atau sebaliknya takut akan mati. Mati tidak perlu kita takuti dan yang penting persiapan menuju kematian, berapa amal kebaikan yang sudah kita lakukan. Apakah selama ini kita lalai dari berbuat baik.  Bukankah kita disuruh perbanyak berbuat amal kebajikan. Mari sahabat kita persiapkan diri untuk menuju kematian yang Husnul Khatimah.


Mari kita bermuhasabah saudaraku, evaluasi diri kita, apakah banyak amal kebajikan atau keburukan. Mari kita berguru untuk memperbaiki kualitas ibadah kita. Mari jaga keseimbangan kesalehan kita dengan kemaslahatan tetangga, saudara dan keluarga dan orang lain.


Tulisan ini untuk mengingatkan pribadi saya dan sahabat semua bahwa kita jangan terlena hidup di dunia yang fana ini. Bukankah dunia ini sebagai jembatan menuju akhirat. Mari kita siapkan jembatan emas yang terbaik. 


Demikian muhasabah  ini, semoga bermanfaat.