Guree.id, Lhokseumawe, 5 Mei 2020, Musibah Covid-19 tidak ada yang sanggup memprediksikan bahwa Indonesia akan terjadi seperti hari ini. Semua aktifitas kehidupan minim malah ada yang nol, ekonomi lemah, Pendidikan tidak normal. Dalam kondisi apapun pendidikan harus tetap jalan walaupun Belajar Dari Rumah (BDR). Siswa dapat dijangkau oleh bapak ibu gurunya melalui belajar daring. Guru dapat meningkatkan kemampuan literasi digital. Guru harus cerdas dalam penguasaan dan pemanfaatan teknologi berbasis digital. literasi Digital itu penting mengapa, karena kita hidup di jaman milenial yang penuh dengan sandi dan tombol sebagai langkah-langkah dalam menjalankan aktifitas. Setiap individu harus paham dan mengerti menggunakan teknologi digital. Dengan teknologi digital  seseorang bisa berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman, keluarga dan semua orang yang memanfaatkan teknologi digital tanpa batas. Namun dalam pemanfaatan teknologi dunia maya ada aturan dan etika yang harus ditaati. Karena banyak sekali kita temukan konten-konten yang menyebarkan hoax, dan informasi negatif. Untuk itu filter dari pengguna, kapan dan waktu yang tepat untuk memanfaatkan teknologi digital. 

Literasi digital akan menciptakan tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis-kreatif. Mereka tidak akan mudah termakan oleh isu yang provokatif, menjadi korban informasi hoaks, atau korban penipuan yang berbasis digital. Dengan demikian, kehidupan sosial dan budaya masyarakat akan cenderung aman dan kondusif. Peran aktif masyarakat untuk  membangun budaya literasi digital perlu ditingkatan. Keberhasilan membangun literasi digital merupakan salah satu indikator pencapaian dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.

Banyak sekali peluang untuk bisa berkreasi di dunia maya, memperluas jaringan pemasaran produk, jasa transportasi, pendidikan dan bimbingan belajar. Menulis konten di media sosial yang berbayar atau media online merupakan peluang untuk berkreasi dan berbisnis. Dalam dunia pendidikan pemanfaatan teknologi digital tidak asing lagi mulai dari data sekolah sampai data siswa, penilaian akademik siswa. 

Menurut Douglas A.J. Belshaw ada delapan elemen esensial untuk mengembangkan literasi digital, yaitu sebagai berikut:
1.Kultural, yaitu pemahaman ragam konteks pengguna dunia digital;
2.Kognitif, yaitu daya pikir dalam menilai konten;
3.Konstruktif, yaitu reka cipta sesuatu yang ahli dan aktual;
4.Komunikatif, yaitu memahami kinerja jejaring dan komunikasi di dunia digital;
5. Kepercayaan diri yang bertanggung jawab;
6.Kreatif, melakukan hal baru dengan cara baru;
7. Kritis dalam menyikapi konten; dan
8. Bertanggung jawab secara sosial.

Setiap orang menjadi butuh dengan teknologi digital, tidak bisa dihindari sebagian besar kebutuhan hidup kita bertransaksi dengan sistem digital. Bisa jadi kartu ATM yang kita gunakan sekarang tidak perlu lagi jika sudah difungsikan sandi dengan sidik jari pada mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Walaupun sekarang ini ada yang bertransaksi menggunakan phone banking atau SMS Banking. Kita juga tidak boleh larut dalam teknologi yang satu ini tetapi tetap sesuai kebutuhan. 

Teknologi Blockchain  salah satu teknologi dunia maya yang sangat aman dalam bertransaksi, tidak perlu pihak bank,  jadi bisa langsung antara produsen, distributor dan konsumen. Transaksinya dengan teknologi blockchain sangat aman, cepat dan murah. Teknologi blockchain data tidak sentralistik tetapi desentralisasi artinya data tetap aman meskipun pada PC yang lain terhapus.

Cerdas dalam pemanfaatan teknologi digital suatu keharusan, hidup di jaman now.

Demikian yang dapat saya bagikan hari ini semoga bermanfaat.