GUREE.ID, Lhokseumawe, 30 Juni 2020, Pengurus PGRI Kota Lhokseumawe mengadakan rapat konsolidasi bersama Cabang dan Kepala SD,SMP,SMA,SMK dan SLB yang ada di Kecamatan Banda Sakti dan Cabang Muara Satu. Rapat konsolidasi yang diadakan di SD Negeri Arun turut dihadiri oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Lhokseumawe Drs.Nasruddin,MM. dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Lhokseumawe Anwar Jalil, M.Pd. dan Ka.Tu Cabdisdik Jamaluddin, MM. Rapat konsolidasi dibatasi untuk dua Cabang saja karena mematuhi Protokol Covid-19.


Pelaksana Tugas Ketua PGRI Kota Lhokseumawe,  Nuraini M.Pd. mengatakan bahwa tugas PLT mengantarkan Organisasi untuk mengadakan Konferensi Daerah di Tahun 2020. Nuraini mengingatkan kembali bahwa PGRI adalah organisasi  perjuangan. Bukti nyata,  Sertifikasi Guru adalah hasil perjuangan PGRI. Dalam kondisi Pandemi ini guru harus cerdas dalam bersikap dan bertindak menjangkau peserta didik di New Normal. Merdeka belajar bagi peserta didik harus di desain oleh Manajer Sekolah bersama guru. 


Kepala sekolah harus mampu  menciptakan Branding Sekolah yang berciri khas dan kearifan lokal untuk memenuhi kebutuhan minat peserta didik. Harapan Ketua, PGRI Kota Lhokseumawe baik dan dukungan penuh MKKS.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe Drs. Nasruddin, MM. dalam sambutannya mengatakan sebelum konferensi Daerah diadakan dapat menata Organisasi terlebih dahulu. Aktif sebagai anggota ditandai dengan berpartisipasi dalam membayar iuran. Tidak mungkin Organisasi dapat ditata dengan baik jika tidak ada dana. Harapan PGRI Kota Lhokseumawe mendatang adanya inovasi dan dapat bersinergi  dengan Program Lhokseumawe sebagai Kota wisata Pendidikan. Harapan kepada PLT Ketua PGRI agar dapat mempersiapkan instrumen-instrumen Konsolidasi Organisasi dalam rangka Pemilihan Ketua PGRI Kota Lhokseumawe yang definitif.


Menjalin komunikasi dengan mitra sukses, PGRI sebagai wadah perjuangan bagi guru, tidak ada perbedaan guru SD,Guru SMP dengan Guru SMA/SMK/SLB walaupun berada di bawah Provinsi. demikian Kacabdisdik Anwar,M.Pd dalam sambutannya mengatakan. 

Pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran sudah lama dilakukan oleh PGRI Pusat. Tetapi serapan teman-teman guru di Daerah yang lamban. Untuk itu Kacabdisdik berharap pengurus PGRI mendatang dapat berkolaborasi dengan guru-guru muda yang melenial. 

Lebih lanjut Kacabdisdik mengajak PGRI beserta seluruh guru untuk menekankan pembentukan akhlak peserta didik dalam proses belajar mengajar. Anak didik kita ketika dia kembali dalam masyarakat menjadi anak yang berkarakter baik.

PGRI Kota Lhokseumawe jangan apatis dengan kondisi, teruslah berbuat untuk mencerdaskan anak bangsa. Semoga angka partisipasi aktif SNMPTN dapat ditingkatkan di masa mendatang. Dalam wadah PGRI lepaskanlah atribut Guru SD,SMP,SMA/SMK/SLB karena kita memiliki tujuan yang sama  dalam mewujudkan Cita-cita PGRI dan  Tujuan Pendidikan Nasional.

Demikian, by: Guree.id