GUREE.ID, LHOKSEUMAWE, 13 Oktober 2020, Assalamu'alaikaum Warahmatullahi Wabarakatuh, Hai sahabat guree.id apakabar di hari ini semoga lebih bersemangat dalam beraktivitas.

Pelatihan dan pengembangan tenaga kependidikan sudah saatnya dilakukan di setiap lembaga satuan pendidikan. Pelatihan dan pengembangan juga merupakan suatu proses memanusiakan manusia dengan harapan adanya perubahan tingkah laku dan sikap setelah mengikuti pelatihan. Banyak sekali pelatihan yang diikuti tetapi tidak berdampak kepada peserta. Bisa jadi pelatihan tersebut tidak sesuai dengan  kebutuhan, atau metode pelatihan yang tidak cocok. Tujuan dari pelatihan salah satunya adalah adanya perubahan sikap dan perilaku setelah mengikuti pelatihan. 


Menyikapi perdagangan bebas di kawasan ASEAN dan APEC yang sedang berlangsung serta budaya global yang akan datang perlu dipersiapkan SDM yang tangguh dan handal untuk dapat bersaing secara sehat dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Lahirnya mata uang digital atau cryptocurrency salah satu tanda bahwa persaingan dunia semakin global di mana transaksi bisa dilakukan tanpa ada perantara perbankan, jadi transaksi dua pelaku bisnis yang berada di dua benua berbeda bisa terjadi langsung dan sangat cepat.  Sumber daya manusia dianggap sebagai sumber daya terpenting dalam menentukan masa depan bangsa, SDM yang mampu memacu keunggulan dan daya saing bangsa dalam arena percaturan dunia. Salah satu titik fokus dalam peningkatan SDM marupakan langkah lanjutan dari Perencanaan , Recrutment, Seleksi dan Test. Pelatihan dan Pengembangan diperuntukkan bagi guru dan Tendik baru maupun yang lama sebagai suatu program terencana yang mensyaratkan adanya perubahan-perubahan dalam keahlian, pengetahuan, sikap atau perilaku untuk mencapai Efisiensi kerja yang maksimal.


Pelatihan  dan Pengembangan  Tenaga Kependidikan di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional selama ini sudah banyak (wewenang pada Provinsi dan Kabupaten/Kota supaya lebih efektif). Unit kerja atau sekolah juga dapat mengadakan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan. Dalam konteks kekinian sekolah sudah saatnya menganalisa kebutuhan akan pelatihan dan pengembangannya, yang tempat pelatihan berlangsung di setiap unit sekolah atau gugus. Sekolah sebagai wahana untuk menghasilkan dan menempa SDM sangat didukung oleh tenaga kependidikan yang mampu membaca dan mencermati setiap perkembangan di lingkungannya.


Sekolah sebagai unit kerja terkecil sudah saatnya diberdayakan untuk dapat mengadakan pelatihan –pelatihan yang dibutuhkan. Salah satu fungsi manajemen adalah planning (perencanaan), termasuk merencanakan sebuah program pelatihan  yang sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi di lapangan. Untuk dapat mewujudkan sebuah pelatihan perlu dilakukan hal sebagai berikut:

  1. Identifikasi masalah 

  2. Rumuskan masalah untuk skala prioritas

  3. Buat TOR

  4. Masukkan dalam RKAS

  5. Tentukan jadwal dan panitia

  6. Laksanakan.

Dalam mengidentifikasi masalah dan kebutuhan peningkatan skill perlu jajak pendapat dari guru dan Tendik. 

Membuat pelatihan di sekolah lebih efektif karena transpor peserta dan honor panitia tidak dikeluarkan, hanya meneruskan konsumsi, bahan pelatihan dan sertifikat.  Materi bisa dari dalam dan dari luar.

Berapa anggaran yang sudah disepakati sesuai dengan TOR masukkan dalam RKAS. Jika suatu program sudah dimasukkan dalam RKAS Wajib dieksekusi. 

Kunci sebuah pelatihan ada pada manajer sekolah. Seorang manajer sekolah harus peka terhadap titik-titik lemah di sekolahnya, langkah awal manajer sekolah harus mengidentifikasi terlebih dahulu kebutuhan guru dan Tendik.

Demikian semoga bermanfaat, saran dan komentar anda sangat diharapkan.