GUREE.ID, LHOKSEUMAWE, 31 Oktober 2020, Tanggung jawab mendidik anak mutlak menjadi kewajiban orang tua, boleh saja orang tua mewakilkan kepada orang lain dalam hal ini guru. Anak didik bersama guru dibatasi oleh waktu, paling lama 7 s.d 10 jam untuk sekolah reguler.


Pandemi Covid-19 yang melanda negara di dunia, termasuk negara Indonesia tercinta menyebabkan semua aspek kehidupan kena dampaknya. Pendidikan, Ekonomi, sosial dan kemasyarakatan. Banyak pekerja yang hilang pekerjaan nya, perdagangan dan usaha kecil dan menengah lesu disebabkan daya beli lemah. Banyak buruh dirumahkan, dan ada yang kehilangan tunjangan. Suhu politik dalam negeri pun  meningkat tidak menentu semacam turbulensi saja. Ketika kebutuhan pokok tidak stabil bisa berpengaruh kepada faktor lain secara fluktuatif.


Bagaimanapun kondisi negeri, generasi muda harapan agama dan bangsa harus diselamatkan dari kebodohan. Untuk itu peran dan fungsi orangtua dalam mengontrol, mendidik dan membimbing anak menjadi lebih ekstra. Orang tua menjadi guru yang baik, menjadi teman bermain, menjadi pelatih, yah  menjadi semua apa yang dibutuhkan anak dalam masa pendampingan belajar selama Pandemi. Suka tidak suka harus kita jalankan fungsi tersebut. 


Kekhawatiran kita terjadinya loss off karakter anak selama pandemi karena loss off control orang tua. Saya yakin semua  kita selaku orang tua sudah merasakan gejala itu. Gejala yang muncul pada anak, tidur telat, bangun terlambat, lebih banyak main, buat tugas tidak serius, yang lebih parah lagi anak banyak menghabiskan waktu di cafe untuk main game, dan bahkan di outlet game penuh dengan anak usia sekolah. Jika behavior anak berubah dan menjadi biasa dengan kondisi yang dipaparkan di atas, percayalah sahabat ku untuk kembali ke perilaku normal tidak semudah membalik telapak tangan. 


Ketika cakap orang tua tidak digubris oleh anak, intruksi orang tua tidak dijalankan oleh anak, apakah kita nyaman selaku orang tua, jelas tidak. Maka sebelum terlambat mari kita perbaiki pola dan strategi dalam mendampingi anak selama pandemi. Jangan mengeluh, karenanya tidak menyelesaikan masalah tetapi action kita untuk melakukan perubahan. 


Jangan larut dalam kondisi yang tidak menguntungkan ini, kita harus bangkit untuk melawan pembodohan. Teruslah bersuara untuk kebaikan anak dan keluarga, jangan pernah menyerah Walau pun kadang kala posisi kita seperti reporter tidak mengapa. Selalu bermunajat dan mohon ampun kepada Allah agar ada perubahan. Semoga kita terhindar dari azab Allah dari kesalahan dan lalai dalam mendidik anak. 

Demikian semoga bermanfaat.