Kepala Sekolah Sebagai Manajer Kewirausahaan

    Bersama Tim OLG Indonesia sebagai mitra sukses 

Guree.id, Lhokseumawe, Banyak pemahaman tentang kompetensi Kewirausahaan Kepala sekolah terbatas pada hanya menghasilkan suatu produk. Ini sering sekali pertanyaan yang diajukan kepada kepala sekolah atau perwakilan guru yang ditunjuk untuk menangani Instrumen Manajerial Kepala sekolah. Pengertian dari Kewirausahaan kepala sekolah sangat luas seklai dan lebih kepada berinovasi dan mencari solusi pembelajaran.  Kompetensi Kewirausahaan kepala sekolah menurut Permendiknas nomor 13 tahun 2007 adalah: 

1).  Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah/madrasah; 

2). Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah sebagai organisasi pembelajar yang efektif;  

3). Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah/madrasah; 

4). Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala yang dihadapi sekolah/madrasah; 

5). Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah/madrasah sebagai sumber belajar peserta didik.

Selanjutnya beban kerja kepala sekolah ditegaskan kembali dalam Permendikbud nomor 6 Tahun 2018, bahwa beban kerja kepala sekolah sepenuhnya untuk melaksanakan tugas pokok manajerial, pengembangan kewirausahaan dan supervisi guru dan tenaga pendidikan (pasal 15 ayat 1) yang bertujuan untuk mengembangkan sekolah dan meningkatkan mutu sekolah berdasrkan delapan standar.

Berdasarkan Permendiknas dan Permendikbud di atas sangat jelas pengertian dari kewirausahaan kepala sekolah, jadi kepala sekolah yang berjiwa wirausaha ia harus mampu melakukan inovasi dan kreatif mencari solusi dalam proses pembelajaran. Pembelajaran dimaksud baik Akademik maupun ektra kurikuler serta pengembangan diri yang mengacu kepada Kurikulum satuan pendidikan. Berbagai terobosan yang dilakukan oleh kepala sekolah  termasuk merubah kebiasaan yang konvensional kearah lebih maju dalam proses pembelajaran merupakan salah satu bentuk kewirausahaan. Kepala sekolah yang berjiwa wirausaha tidak bekerja sendiri dalam menggolkan program sekolah, ia harus memaksimalkan sumber daya yang ada baik sarana, sumber daya manusia dan sumber daya keuangan. Seni dalam mengajak dan memotivasi orang lain untuk melakukan tugas yang dibebankan merupakan salah satu fungsi dari manajerial.

Saya yakin semua kepala sekolah sudah menjalankan kewirausahaan, mungkin kadarnya yang berbeda antara kepala sekolah. Bisa dilihat dari hasil karyanya berupa Dokumen Kurikulum Sekolah (Dokumen Satu), mengapa dokumen satu karena semua kegiatan akademik dan non akademik termuat di sana. Kemudian dapat dilihat lagi dalam Produk RKJM, RKT, dan RKAS. RKAS yang aspiratif itu salah satu merubah kebiasaan lama menjadi lebih terbuka menuju pembaharuan.  

1. Program Inovatif apa saja dalam penyusunan dan analisis kewirausahaan yang berguna untuk pengembangan sekolah? Tergantung kondisi lingkungan sekolah dan kebutuhan peserta didik, tetapi program umum seperti :

a. Meningkatkan kehadiran warga sekolah dengan cara membangun kesadaran disiplin, pemberian reward dan punishment;

b. Merumuskan Visi dan misi sekolah yang melibatkan Guru, stakeholder (paling kurang komite sekolah);

c. Melakukan inovasi dalam pelayanan perpustakaan, dengan cara menggunakan aplikasi dan pustaka digital, menambah referensi buku umum dan buku keterampilan yang relevan dengan Kurikulum Sekolah dan Visi Sekolah;

d. Menerapkan E-Rapor;

e. Mengadakan Website sekolah sebagai sumber informasi dan pendukung PBM;

f. Penertiban Administrasi dengan penerapan E-Arsip;

g. Mengadakan IHT bagi guru dengan memanfaatkan tutor sebaya;

h. Memaksimalkan fasilitas sekolah dengan cara memperbaiki dan renovasi;

i.  Meningkatan Pelayanan Kantin sehat menjadi sumber pemasukan sekolah dan pendistribusian kembali untuk kepentingan sekolah;

j. Mengembangkan ektrakurikuler dan pengembangan diri siswa dengan mengikuti tren;

k. Membangun jejaring dengan mitra sukses baik personal, lembaga, korp, dan Dunia industri.

Banyak sekali program dapat dimunculkan, semua lebih jelas ketika sekolah melakukan Evaluasi Diri (EDS/PMP).

2.Apakah program Inovatif tersebut dapat meningkatkan pengembangan sekolah? Ya harus, tetapi realisasinya tergantung seberapa pedulinya dan kadar jiwa kewirausahaan kepala sekolah dalam berinovasi, kreatif, kerja keras dalam mewujudkan perubahan secara bersama-sama.    

3.Bagaimana sikap dan perilaku guru dalam mengikuti program inovasi terkait program kewirausahaan di sekolah? Tergantung program dan usia guru, jika usia guru kategori generasi milenial atau gurunyang berjiwa milenial  untuk menerima sebuah pembaharuan mudah dalam berkomunikasi.

4.Apakah semua guru melibatkan diri dalam kegiatan program kewirahusaan? Wajib bagi semua guru bahkan seluruh warga sekolah, menyamakan visi dan persepsi konsep keberhasilan sebuah program.

5.Bagaimana cara mengelola produksi atau jasa sekolah sebagai sumber belajar bagi peserta didik? Sekolah dapat membuat unit produksi dari Ektrakurikuler dan pengembangan diri siswa. Perencanaan yang baik dan jenis produk harus bisa mendapatkan pasar. Keuntungan  dapat dikembalikan ke siswa sesuai porsi yang telah disepakati. 

Tulisan ini kiranya dapat memberi motivasi bagi penulis, dan pembaca umumnya. Mari kita diskusi lebih lanjut, kami menerima komentar anda untuk perbaikan tulisan berikutnya. 


0 Comments