Dinul Islam SMA N 7 Lhokseumawe

 


Guree.id, Lhokseumawe, Alhamdulillah kita dipertemukan kembali oleh Allah Subhana Hu Wa Ta’ala dengan Ramadhan 1443 H, Marhaban Ya Ramadhan. Proses Belajar Mengajar di sekolah selama dua minggu diganti dengan Ektra Kurikuler Dinul Islam (Agama Islam). Dinul Islam yang datangnya dari Allah Subhana Hu Wa Ta’ala yang disampaikan oleh Nabi dan Rasul kepada Umatnya sejak Nabi Adam AS. Rangkaian kegiatan Dinul Islam dimulai dengan Tahsin Alquran, yaitu memperbaiki dan membaguskan baca Alquran. Termasuk Tajwid dan Mahgrajal hurufnya dipebaiki supaya bacaan Alquran menjadi benar dan baik. Banyak yang hafal Alquran untuk menjar setoran terkadang terabaikan tahsin.

Thaharah hal yang sangat utama dipelajari sebelum mengerjakan ibadah yang lain, tidak sah wudhuk kita jika tubuh masih berhadas. Terkadang kita lupa dalam menjaga kesucian tubuh, sebagai ilustrasi seorang wanita memakai celana lejin atau celana ketat ketika jongkok buang hadas kecil apakah ada jaminan celana bagian bawah bebas dari percikan hadas. Begitu juga bagi laki-laki yang pipis sambil berdiri. Kiranya hal seperti ini menjadi perhatian dari kita semua dalam bersuci.

BACA JUGA : Kurikulum Merdeka Dan Tahapan Penerapannya

Kita berpuasa harus tahu syarat wajib dan syarat sah Puasa. Hal-hal yang membatalkan puasa seperti memasukkan sesuatu ke dalam rongga tubuh, apakah suntik dan donor darah dapat membatalkan puasa dan kasus lainnya akan dikupas dalam Kegiatan Dinul Islam. Ramadhan adalah bulan mulia kenapa, karena pada bulan Ramadhan Al-Quran diturunkan. Betapa mulianya Al-Quran sebagai pedoman hidup umat Islam. Ramadhan bulan istimewa karena terdapat saatu malam yang sangat istimewa jika pada malam tersebut kita dalam kondisi berubudiyah kepada Allah, yaitu malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari 1000 bulan (84 tahun ) beribadah.

Seorang yang sudah baligh diwajibkan atasnya semua rukun Islam kecuali naik haji jika tidak mampu. Ibadah shalat berada diurutan kedua dari rukun Islam, Orang yang meninggalkan shalat termasuk yang meruntuhkan Dinul Islam. Sebagai ilustrasi Jari yang lima menggenggam sebuah gelas kaca, jika naik haji, membayar zakat dan puasa tidak sanggup masih tersisa dua jari lagi untuk mempertahankan gelas kaca dari kehancuran akibat lepas genggaman. Jadi tidak ada alasan untuk meninggalkan shalat, dalam kondisi apapun shalat tetap ditegakkan  jika sudah tiba waktunya. Tidak bisa berdiri ya duduk, tidak bisa duduk ya tidur atau sedang terbaring (nadak) ada tata cara untuk melaksanakan shalat. Selalu perbaiki bacaan doa shalat, jangan cukup hanya menerima dari turun temurun tetapi tidak pernah mendalami bagaimana tata cara yang dicontohkan Nabi Muhammad Shallahu alaihi wasallam.

BACA JUGA : Implimentasi Nilai Ibadah Puasa Ramadhan dalam Kehidupan

Berbuat baik kepada orang tua bukanlah keinginan orang tua melainkan perintah Allah Suhana Hu Wa Ta’ala dalam QS-Luqman : 14. Kita selaku orang beriman berbuat baik kepada kedua orang Tua (Ibu dan Bapak) merupakan manifestasi keimanan kita kepada Allah. Fenomena hari ini cukup banyak diantara kita yang menyakiti persaan orang tua kita baik sengaja maupun tidak atau sudah menjadi hal yang biasa ucapan dan tingkah laku kita kepada orang tua, walaupun orang tua harus mengurut dada menahan sesak akibat ulah kita, segeralah mohon maaf ampunan Allah. Batasan lain akhlak kita kepada Allah, kepada Rasul Allah, kepada Orang tua, tetangga, teman, dan komunitas lain akan dibahas dalam Dinul Islam.

Terakhir Shirah Nabawiyah,  Al-Quran 2/3 isinya kisah para nabi dan orang saleh yang Allah abadikan dalam Al-Quran. Kisah Nabi Yusuf, Nabi yang paling elok rupanya yang mempesona Zulaikha isteri Pembesar Mesir Al-Azis sehingga menggoda Yusuf. Suatu hari Zulaikha mengundang teman-temannya yang mencerca dirinya karena menggoda Yusuf, mereka dijamu dengan buah-buahan sambil memotong buah Yusuf Keluar, perempuan-perempuan tersebut tercengang dan terpesona kepada keelokan rupa Yusuf tanpa terasa tangannya terluka dengan pisau buah. Mereka berkata Maha Sempurna Allah. Yusuf lebih senang masuk penjara dari memenuhi tipu daya mereka, Yusuf berdoa kepada Allah dan Allah mengabulkannya sehingga Yusuf selamat dengan masuk penjara dan seterusnya kisah yang sangat romantis ini dapat anda dalami  QS.Yusuf.

BACA JUGA : Praktik Rentenir Berkedok Koperasi

Banyak kisah menarik lainnya Kisah Nabi Yunus, Nabi Hud, Nabi Ibrahim, Kisah Nabi Muhammad yang diperjalankan malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa kemudian naik ke Sidratul Muntaha untuk menjemput Shakat selengkapnya bisa anda akses dalam QS.Al-Isra’. Kemudian ketika Pemuda-pemuda yang beriman Kepada Allah berada di Gua yang dikenal dengan Ashhabul Kahfi (Penghuni-penghuni Gua) berdoa kepda Allah “Waha Tuhan Kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami” Tanda–tanda kebesaran Allah, Allah tutup telinga mereka dan  mereka tertidur selama ratusan tahun, pastinya berapa tahun mereka berada dalam gua dan jumlah merka berapa silahkan baca  QS:Al-Kahfi. Ada lagi kisah Nabi Musa, kisah Maryam, kisah Luqman sebagai rol model dalam mendidik anak, dan Sirah Nabawiyah Nabi Muhammad Shallahu alaihi Wasallam.

BACA JUGA : Sejarah Singkat Kelahiran Nabi Muhammad Sampai Menjadi Rasulullah

Demikian sekelumit gambaran materi Dinul Islam dalam rangka Kegiatan Ramadhan 1443 H di SMA Negeri 7 Lhokseumawe. Saya mengajak kepada kita semu agar momentum ramadhan bisa kita maksimalkan dalam mengumpulkan pundi-pundi kebajikan. Marhaban Ya Ramadhan, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa semoga kita menjadi hamba yang berTaqwa.

 

2 Comments