GUREE.ID, LHOKSEUMAWE, 17 Agustus 2020. Indonesia terdiri atas 17.500 buah pulau yang terbentang luas di bawah Khatulistiwa menjadikan negeri ini kaya akan hasil alam dan tanah yang subur. Hasil alam yang melimpah diperuntukkan bagi kemakmuran rakyat yang sebesar-besarnya. Hari ini genap sudah 75 Tahun Indonesia Merdeka, tentunya banyak hal yang seharusnya dicapai oleh Negeri ini. Pertumbuhan Ekonomi, sosial budaya, Pendidikan, dan  rancang bangun harus berimbang. 


Penguasaan teknologi dan informasi bagi seorang guru suatu keharusan dalam kontek kekinian. Tidak zamannya lagi guru buta literasi digital. Guru harus menyesuaikan diri dengan perkembangan industri 4.0. di mana semua informasi dan transaksi dapat diakses melalui dunia maya. Pemanfaatan berbagai  aplikasi yang ada dalam jaringan internet untuk memudahkan pembelajaran dan menyenangkan bagi siswa. Apalah daya masih banyak saudara kita yang belum terjangkau jaringan internet. 


Pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa harus bisa terlaksana dengan baik walaupun dalam kondisi Pandemi Covid-19. Covid-19 meluluhlantakkan hampir setiap sendi kehidupan manusia termasuk Pendidikan. Hasil survei yang dilakukan oleh UNICEF bahwa 66 persen siswa tidak nyaman belajar dari rumah. Belum lagi sebagian besar siswa berada di daerah yang belum terakses internet dengan baik.


Guru yang cerdas dan bijak tidak boleh larut dalam kondisi pandemi Covid-19, tetapi guru  harus  bisa berfikir kreatif dan inovatif untuk menjangkau peserta didik.  Kebijakan kemdikbud tidak menuntut semua target kurikulum harus dicapai, sekolah dapat menjalankan kurikulum khusus, yang penting peserta didik memiliki kompetensi kearah kecakapan hidup. Idealnya seperti itu, apakah ini bisa terlaksana dengan baik. Bisa terlaksana jika semua stakeholder mencurahkan pikiran dan tenaga demi masa depan anak-anak bangsa. Terutama menyamakan persepsi orang tua siswa, jadi segitiga emas harus terkoneksi dengan baik dan lancipnya sama, yaitu guru, siswa dan orangtua.


Peran guru dan stakeholder untuk mengantarkan generasi masa kini menjadi generasi emas pada 100 Tahun Indonesia Merdeka tepatnya tahun 2045 dimulai hari ini. Bagaimana putra putri Indonesia bisa bersaing di pasar global jika Pembelajaran biasa-biasa saja, belajar harus bermakna dan ada multiplying effect. Apakah kita mau generasi kita jadi penonton di negeri sendiri. Pertanyaan ini sulit untuk kita iyakan tetapi apa terjadi di dunia nyata bahwa minat baca bangsa kita sangat  rendah, pola hidup lebih konsumtif, tidak bangga dengan produk bangsa sendiri. Bangsa kita lebih berperilaku kepada hari ini aku pakai produk apa bukan berpikir hari ini aku menghasilkan produk apa. Pola pikir yang demikian perlu dinolkan melalui dunia pendidikan. 


Wahai rekan guru dan praktisi pendidikan mari kita berkarya membangkitkan semangat juang belajar bagi peserta didik. Kita maksimalkan semua sumberdaya yang ada untuk memajukan pendidikan membangun Indonesia yang maju dan bermartabat di mata dunia. 


Wahai pelajar Indonesia bangkitlah untuk membangun Indonesia, belajarlah  kalian dari RA.KARTINI. Kalian belajar dari rumah lebih merdeka dibandingkan RA Kartini dibalik teralis besi, tetapi bisa membuahkan karya.. Kalian jangan jadi penonton, tetapi sebagai pemain di Negeri sendiri, harkat dan martabat bangsa ada pada pundak putra putri Indonesia. Peserta Didik yang berintegritas yang selalu menjunjung kejujuran teruslah berkarya meskipun tertatih tanpa pendampingan yang maksimal dari gurumu. Salam sukses selalu untuk putra putri Indonesia. 


INDONESIA MAJU, MERDEKA 

Demikian semoga bermanfaat.