GUREE.ID, LHOKSEUMAWE, 29 Agustus 2020, Kendala dan hambatan yang paling besar dalam proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di tingkat sekolah Dasar dan Menengah adalah ketiadaan kuota internet. Untuk itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan membantu kuota internet untuk peserta didik dan guru. 

Mekanisme pemberian Kuota Internet bisa jadi langsung ke Nomor Handphone siswa dan Guru, karena sekolah diminta untuk melengkapi nomor handphone peserta didik yang aktif melalui aplikasi dapodik. Pengisian data tersebut berurusan selesai sebelum tanggal 31 Agustus 2020. Harapan kepada operator dengan bantuan wali kelas nomor handphone peserta didik dapat segera di input dan disinkronisasi. Program Pemberian Kuota Internet Bagi Peserta Didik ini mengacu kepada surat Direktorat Jenderal Pendidikan PAUD, Dasar dan Menengah Nomor 8202/C/PD/2020,

Bantuan internet gratis untuk siswa, mahasiswa, guru dan dosen.

Kompas.com edisi 28 Agustus 2020 melansir bahwa bantuan kuota internet gratis kepada siswa sebesar 35 GB, guru mendapat 42 GB Setiap bulan. Mahasiswa dan Dosen juga mendapatkan kuota internet gratis sebesar 50 GB. Program ini akan berlangsung selama empat bulan dan dimulai bulan September 2020. Anggaran yang dialokasikan untuk kuota internet gratis sebesar 7,2 triliun. 

Upaya yang dilakukan oleh kementerian pendidikan memberikan bantuan kuota internet gratis menjadi lebih  maksimal dan berdaya guna bagi peserta didik,   sangat tergantung kepada penerapan managerial pembelajaran masa pandemi di sekolah dan kampus. Jika selama ini pembelajaran dari g banyak menggunakan Whatsapp maka segera lakukan inovasi ke cara tatap muka dalam jaringan. 

Kurangi beban peserta didik

Jika selama ini peserta didik jenuh, bosan, dan akhirnya menjadi beban dalam pembelajaran daring disebabkan monoton. Tugas, tugas dan tugas terus…

35 GB lebih dari cukup untuk tatap muka selama 25 hari, jika digunakan dengan efektif alias tidak bocor. Belajar tatap muka online bisa menuntaskan materi tidak harus menumpuk tugas, karena bisa interaktif dengan semua anggota kelas. Silahkan rekan-rekan guru memilih aplikasi yang ringan dan mudah supaya belajar dari rumah lebih efektif dan menyenangkan. 

Belajar daring dengan tuntas dan bebas tugas mungkin itu yang diinginkan oleh peserta didik. Untuk itu perlu dipersiapkan perangkat pembelajaran dengan baik, termasuk bahan ajar yang on.


Mari merubah kebiasaan Daring dengan WA ke pembelajaran tatap muka melalui classroom atau classical digital. Lakukanlah cara-cara yang baru supaya kuota internet gratis lebih bermanfaat. 

Kepedulian orang tua dan stake holder

Orang tua harus mengetahui jadwal belajar anaknya, komunikasi dengan wali kelas perlu diintensifkan. Berilah ruang dan waktu kepada anak untuk bisa belajar, jangan asumsi BDR ini adalah suka-suka bukan seperti itu. Belajar dari rumah (BDR) ada jadwal sebagaimana belajar biasa cuma kurikulumnya lebih sederhana, kurikulum khusus nasa Pendemo Covid-19. 

Orang tua harus mengawasi aktivitas anak, hanya mengawasi dan memotivasi anak untuk aktif dalam jaringan belajar online. Semua stakeholder pendidikan harus ikut memantau aktivitas peserta didik, dan semua kita harus tahu tidak ada alasan lagi ke cafe untuk mengakses internet. Makanya perlu pengawasan kita bersama. 

Akhir kata kehadiran guru secara normal belum bisa tertandingi oleh aplikasi belajar apapun, karena karakter peserta didik tidak bisa dipoles melalui internet. Untuk itu terus berdoa kepada Allah, semoga pandemi Covid-19 cepat berlalu dari bumi nusantara ini. 

Demikian semoga bermanfaat.