Lembar Kerja Guru Dan Esensinya, Program Dinas Pendidikan Aceh

GUREE.ID, LHOKSEUMAWE, Setelah sukses Presentasi Buku Kerja Kepala Sekolah dan Pengawas, kini tiba giliran Guru mempresentasikan Lembar Kerja Guru. Beban tugas pokok guru dan tugas tambahan sesuai dengan dapodik harus dipresentasikan di depan Kepala sekolah dan Pengawas. Program ini merupakan instruksi dari Dinas Pendidikan Aceh. Waktu yang dijadwalkan damai dengan tanggal 18 Februari 2021.

Banyak nada miring yang saya rekam dari keluh kesah dan ocehan teman-teman guru ada yang mengatakan ngapain presentasi identitas kedinasan, Lulusan mana, prestasi yang dicapai, jumlah anggota keluarga, status perkawinan (kawin/duda/janda). Kemudian pelatihan yang pernah diikuti. Itu opini, sah-sah saja tetapi saya juga punya pendapat bahwa presentasi Lembar Kerja Guru mengandung nilai positif. Pertama membiasakan diri mempersiapkan dokumen siap saji dalam bentuk Excel, Scan PDF dan power point. Kedua uji kesiapan mental tampil didepan umum dalam ruang seminar yang disaksikan oleh rekan guru, Kepala Sekolah dan Pengawas, disajikan secara runtut dan sistematis. Ketiga  pengunaan bahasa, melatih diri menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Menyampaikan materi dengan intonasi yang tepat dan artikulalasi/lafal yang jelas. 

Baca juga: Organisasi Sebagai Alat Untuk Mencapai Tujuan

Semua materi yang disampaikan dialokasikan 3 menit, dengan waktu dialokasikan,  presenter harus bisa menyampaikan materi dengan kriteria pada poin satu, dua dan ketiga. Berpacu dengan waktu, tidak mengurangi konten. Penyampaian materi dalam lembar kerja guru mencerminkan kegiatan keseharian dalam proses belajar mengajar di kelas. Potret seorang pendidik bisa dilihat dari presentasi Lembar Kerja Guru.

Baca Juga:

Buku Kerja Kepala Sekolah dan Isu Pendidikan 

Presentasi Lembar Kerja Guru akan berlanjut setiap tahun. Bisa jadi lembaran berikutnya akan ditambah dengan jalur dan kolom strategi apa yang digunakan untuk mewujudkan Proses Belajar Mengajar yang berkualitas. Perlu saya kabarkan inilah model yang diterapkan Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan. Program seperti ini belum ada di Provinsi lain, jika program ini bagus dan berdampak akan menjadi contoh bagi Daerah lain. 

By:mukhtarilyas

0 Comments