GUREE.ID, Lhokseumawe, 4 Juli 2020, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, Drs. Rachmat Fitri HD, MPA mengunjungi sekolah di Lhokseumawe dalam rangka melihat kesiapan sekolah memulai Pembelajaran New Normal. Sebelum melihat simulasi sekolah,  Kadisdik Aceh berkunjung ke Kantor Cabdisdik Wilayah Kota Lhokseumawe, yang disambut oleh Kacabdisdik Anwar, M.Pd, Ketua MKKS, M.Jakfar,MM dan Ketua MKPS, Saifuddin,MSM. 


Dalam pertemuan tersebut Rachmat Fitri menerima laporan dari Kacabdisdik Kota Lhokseumawe bahwa sekolah sudah mempersiapkan Rencana Pembelajaran tatap muka jika status penyebaran Covid-19 menjadi hijau. Persiapan tersebut sesuai dengan protokol kesehatan New Normal. Sebagian sekolah sedang melaksanakan In-House Training Pembelajaran Daring bagi guru jika BDR berlanjut.


Ketika melihat kesiapan SMA N 1 Lhokseumawe sebagai salah satu sekolah yang dikunjungi, Kadisdik Aceh menegaskan kembali protokol kesehatan Covid-19 jika belajar tatap muka dapat dilaksanakan. Jumlah tempat duduk siswa 18, di buat shif per minggu. Pastikan semua siswa menggunakan masker. Yang sangat penting siswa sebelum masuk kelas harus diperiksa suhu tubuh dengan Thermo Gun, dan mencuci tangan dengan sabun di wastafel air yang mengalir. Rasio jumlah Thermo Gun dan wastafel harus berimbang dengan jumlah siswa. 

Kepala sekolah dapat membuat daftar petugas piket untuk mengatur  kelancaran waktu masuk dan waktu keluar siswa  sesuai dengan kebutuhan.

Kapan new normal untuk Kota Lhokseumawe, menunggu informasi dari satuan tugas Daerah yaitu Wali Kota Lhokseumawe. Mudah-mudahan status Kota Lhokseumawe menjadi zona hijau supaya peserta didik dapat kembali ke sekolah. Mereka rindu dengan gurunya dan belajar tatap muka dalam membangun akhlak dan karakter siswa belum tergantikan dengan teknologi super canggih apapun. Kehadiran guru mutlak dibutuhkan. 


Jika BDR diperpanjang guru juga harus siap menjangkau siswanya secara daring. Buatlah perencanaan dengan baik supaya berdampak bagi peserta didik, Walau pun tidak seluruh kompetensi tercapai.