GUREE.ID, LHOKSEUMAWE, 8 Juli 2020, Kepala sekolah sebagai manajer pembelajaran memiliki otoritas yang sangat besar untuk mengimplementasikan penguatan pendidikan karakter di sekolah.  Kepala sekolah sebagai pemimpin formal bertanggung jawab terhadap terlaksananya Penguatan Pendidikan Karakter di sekolah. 

Kepala sekolah harus bisa memberikan dorongan dan inspirasi dalam proses pencapaian tujuan PPK di sekolah.


Kepala sekolah harus mampu: 1.Mengimplementasikan PPK melalui manajemen dan kepemimpinan sekolah; Mulai dari merencanakan sampai dengan monitoring dan Evaluasi serta pelaporan program kegiatan dengan prosedur yang tepat. Kepala sekolah menjalankan fungsi-fungsi manajemen  dalam pengelolaan sekolah. Dapat merencanakan dengan baik bagaimana  penguatan pendidikan karakter (PPK) dapat berjalan.  Kepala sekolah merencanakan tindak lanjut (RTL).

Kepala sekolah sebagai “conduktor orkestra”, dalam mengembangkan ekosistem sekolah, sebagai inspirator dan komunikator dalam membangun komunikasi sekolah, orangtua dan masyarakat,  serta mendorong terjadinya perubahan melalui manajemen perubahan di sekolah.

Menjadi sebagai figur keteladanan melalui sikap, perilaku, tutur kata, dan pengelolaan organisasi dalam rangka pengembangan budaya sekolah. 


2.Mengembangkan jaringan tripusat pendidikan dalam implimentasi PPK;  Kepala sekolah harus membangun komunikasi dan menghubungkan visi sekolah dengan keluarga dan masyarakat itulah Terpusat pendidikan. Yang perlu digaris bawahi bahwa Program Penguatan Pendidikan Karakter tidak akan berhasil tanpa melibatkan jaringan.    Kepala sekolah sebgai pusatnya segitiga emas pendidikan yaitu orangtua, sekolah dan masyarakat.                        


3.Mendesain BRANDING sekolah sesuai dengan ciri khas yang diunggulkan sekolah; BRANDING sekolah harus dimunculkan, artinya apa yang menjadi unggulan dan ciri khas sekolah. Sehingga nilai jual sekolah itu ada, dan sesuai dengan tren masyarakat seperti tanfidz, kajian Islam atau Rohis. BRANDING sekolah dapat menjadi alternatif pilihan bagi peserta didik. BRANDING sekolah disusun berdasarkan analisis konteks satuan pendidikan. Jika kepala sekolah tidak bisa menciptakan BRANDING sekolah yang memiliki posisi tawar dengan keinginan orang tua dan peserta didik akan berdampak kepada krisis siswa, konsekuensi tutup.

4.Menyusun program PPK di sekolah berdasarkan nilai-nilai utama melalui analisis konten sekolah. Kepala sekolah menganalisis kekuatan dan potensi lingkungan yang ada, terutama bagaimana melibatkan partisipasi masyarakat dalam PPK. 


Demikian peran dan langkah-langkah yang harus dijalankan oleh kepala sekolah dalam rangka mewujudkan program penguatan Pendidikan Karakter di sekolah.

Yang perlu di stabilo adalah kepala sekolah sebagai teladan bagi warga sekolah dalam hal akhlakul karimah dan lima nilai utama PPK yaitu, Religius. integritas, Mandiri, Nasionalis, dan gotong royong harus dapat menjadi contoh yang baik bagi gurunya, staf. Siswa dan seluruh komponen sekolah, bukan memberi contoh.

Kepala sekolah harus memiliki keterampilan yang baik untuk mengimplementasikan PPK di sekolah. 

Demikian, semoga bermanfaat.