Penilaian Kinerja Kepala Sekolah Oleh Pengawas

Guree.id, Lhokseumawe, Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) adalah program rutin dari Pengawas Sekolah setiap tahun. Penilaian biasa berlangsung bulan Nopember sampai dengan Desember tahun berjalan. Apa perbedaan Monitoring dan evaluasi 8 Standar pelayanan pendidikan dengan penilaian kinerja Kepala Sekolah. Monev lebih kepada melihat ketercapaian standar sesuai dengan instrumen masing-masing standar. Sebagai indikator bagi sekolah adalah Evaluasi Diri Sekolah (EDS) atau Penjaminan Mutu Pendidikan (PMP). Sedangkan penilaian kinerja lebih kepada manajerial yang mencakup semua standar. Sasaran penilaian bagi Kepala sekolah yang definitif.

Issu dalam penilaian kinerja

Pengalaman kami dalam melayani wawancara pengawas bahwa banyak hal yang luput dari dokumen, realnya sudah dilaksanakan tetapi program dan laporan tidak sempurna. Ada juga yang tidak lengkap, mari kita lihat hal apa saja...

1. Kerja sama dengan masyarakat, semisal masyarakat yang memiliki keahlian atau home industri. Kerja sama dalam bentuk pelatihan keterampilan atau lainnya;

2. Kerja sama dengan Industri itu jelas jika ada;

3. Kerja sama dengan Instansi/Lembaga, semisal Perguruan Tinggi, Puskesmas, Polsek, Koramil dan lainnya;

4. Kerja sama dengan sekolah lain, keunggulan, branding yang dimiliki oleh sekolah lain atau sebaliknya agar dapat saling tukar informasi dan asah keterampilan.

Semua bukti kerja sama bisa ditunjukkan dengan Piagam kerja sama dan MOU.

5. Kewirausahaan, Kepala sekolah yang berjiwa wirausaha, adanya inovasi dalam kepemimpinan pada setiap standar atau standar tertentu. Yang perlu kita pahami bahwa wirausaha itu tidak mesti harus ada produk yang seperti unit produksi, tidak seperti itu. Contoh kongkrit kepala sekolah berjiwa wirausaha, Melakukan inovasi dalam sistem pembelajaran, mengelola Administrasi yang konvensional ke moderen dengan mengunakan aplikasi. Pelayanan secara konvensional menuju digital seperti E-Rapor, Perpustakaan Online, dan sejenisnya. Contoh lain mengelola sarana, memaksimalkan fungsi sarana yang masih layak pakai, memaksimalkan sumber daya staf, guru dan warga sekolah dalam keahlian masing-masing.  Jadi tidak harus ada produk seperti unit produksi SMK. Lebih unggul  jika ada produk melalui pra karya atau pengembangan diri siswa.

6. Notulen, setiap instrumen per standar ada rapat dan keputusan yang disepakati. Sebaik nya notulen, absen dan dokumen foto di pisahkan saja masing-masing standar. Sebagai contoh tim penyusunan kisi-kisi soal ada SK, notulen rapat dan perangkatnya.

7. Program kerja, mulai dari RKJM, RKT, RKS dan RKAS semua dokumen di atas berhubungan dengan standar pembiayaan dan standar pengelolaan. Kehadiran Komite dan stakeholder dalam penyusunan dokumen di atas harus dibuktikan dengan daftar hadir dan dokumen foto.

Perubahan visi dan misi, kapan dan siapa yang terlibat harus ada prosiding laporan yang di dalamnya memuat perubahan, daftar hadir dan foto.

8. Supervisi guru dan tendik, Supervisi guru sudah sering dilakukan, terkadang program dan laporan yang kurang sempurna. Supervisi Tendik sering terabaikan. Pembinaan tendik harus ada perencanaan, pelaksanaan dan laporan. Sebagai Supervisor Kepala sekolah atau Kepala TAS. Instrumen supervisi  Tendik dapat disusun sesuai job deskripsi yang telah diberikan.

9. Apakah sekolah memberikan penghargaan terhadap guru yang berprestasi? Penghargaan berupa sertifikat atau berupa hadiah atas capaian prestasi guru dan tendik.

10. Apakah sekolah ada memberi bantuan kepada siswa? Ada dalam bentuk baju batik dan Baju olahraga raga. Sebutkan jika ada bantuan lain. Buktikan dengan data dan dokumen.

11. Gerakan literasi, bagaimana menggerakkan literasi, apa saja yang dilakukan. Literasi membaca Al-Quran Juz 30 setiap pagi. Kunjungan wajib perpustakaan setiap kelas. Lomba menulis sinopsis, Resensi buku yang ada di perpustakaan, dan program literasi lain sebutkan.

Dokumen Penting dapat dibaca:

Demikian teman-teman sekelumit pengalaman kami dalam mempersiapkan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah. Semoga dapat bermanfaat.

0 Comments