guree.id, Lhokseumawe,31 Maret 2020

Hai sahabat guree.id di mana saja anda berada semoga kita semua dalam kondisi baik. Program belajar di rumah bagi seluruh siswa Indonesia 14 hari sudah berlalu yang dimulai tanggal 16 s.d 29 Maret 2020, kini ditambah dengan 2 bulan ke depan. Semua itu dilakukan demi keselamatan anak bangsa Indonesia tercinta. Minggu pertama menjalani belajar di rumah, putri saya berkata Ayah, Adek mau sekolah, Adek sudah rindu. Hal serupa juga terjadi pada keluarga sahabat guree.id semua, ini terjadi sangat beralasan jika kita menganalisa karena programnya mendadak di hari sabtu malam tanggal 14 Maret 2020. Seluruh siswa mendapatkan informasi melalui Wa grup kelas. Libur sekolah yang tidak direncanakan dan merupakan minggu-minggu yang sedang  efektif, tentu banyak agenda yang belum selesai baik antara siswa dengan gurunya atau temannya. Beda kondisi jika libur yang direncanakan, siswa sudah menunggu waktu itu karena sudah ada program holiday bersama keluarga, jadi tidak membosankan. Sangat wajar mereka bosan, mereka rindu dengan gurunya, mereka rindu dengan sekolahnya, apalagi sekolah merupakan rumah kedua bagi sebagian siswa. Kapan bisa sekolah lagi berkumpul bersama, belajar, berdiskusi secara tatap muka. Semoga kondisi ini cepat berlalu, jika tidak generasi ini bisa apa, kalau mereka larut dalam kondisi free belajar. 

Surat edaran Mas Menteri sangat jelas bahwa belajar di rumah secara jarak jauh dan jangan memberatkan siswa, bukan berarti bisa free tanpa belajar. Sahabat ku guru Indonesia, percayalah masih banyak siswa yang membutuhkan kehadiran kita dalam ruang belajarnya Walaupun secara daring. Abaikan beberapa siswa yang memang motivasinya down meskipun secara tatap muka normal ada siswa yang seperti itu. Anggapan kita bahwa semua siswa mengikuti dengan baik PBM daring supaya sahabat termotivasi. Ada orang tua yang menelpon saya, mengatakan bahwa belajar di rumah tidak efektif, anak ke warnet untuk mencari jawaban PR dari guru. Saya menjelaskan ke Orang tua bahwa itu keliru yang benar program belajar di rumah, berdiam di rumah dengan memaksimalkan sumber belajar yang ada apalah buku tek atau modul yang diberikan guru paling kurang pencerahan melalui Wa. Bersyukur ada guru yang melakukan kelas digital. Terima kasih untuk sahabat semua yang menjangkau anak didik. Mereka merindukan kita dan sekolah nya. 

Darurat wabah corona lebih dahsyat dari Tsunami dan darurat militer karena  global, menyebabkan ekonomi lumpuh, pendidikan tidak normal dan semua sendi kehidupan berpengaruh negatif. Nilai tukar Rupiah dengan U$ menurun. Jika ini berlanjut entah bagaimana situasi ke depan. Kondisi hari ini mulai tanggal 29 maret 2020 sampai dengan 29 Mei 2020 sudah berlaku jam malam di Aceh dengan dikeluarkan maklumat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Aceh tanggal 29 Maret 2020. Jam malam mulai pukul 20.30 sampai dengan 05.30 tidak boleh ada kegiatan apapun, warung dan cafe tutup, mall dan supermarket tutup. 

Sikap orang tua

Menyikapi hal di atas,  musibah global yang terjadi ini, hendaknya menjadi renungan dan muhasabah bagi kita tentang kehidupan yang sedang kita jalani. Ujian Allah kepada hamba Nya, apakah kita bisa melewatinya dengan selamat. Untuk itu mari sahabat ku perbaiki kualitas hidup dan ibadah kita. Berkumpul kembali bersama keluarga dan mereka sangat merindukan kebersamaan yang mungkin selama ini banyak waktu yang kita habiskan di cafe bersama rekan bisnis dan kolega. Dampingi putra putri kita untuk mensukseskan program belajar di rumah yang dipandu oleh bapak ibu gurunya melalui daring. Support mereka supaya jangan terjadi pembodohan massal. Curahkanlah kasih sayang untuk putra putri kita  yang mungkin selama ini memudar. Bimbinglah mereka dalam menghafal Al-Quran dan membuat tugas sekolah. Jalin komunikasi dengan Bapak Ibu guru atas kendala yang dihadapi anak. Jangan lengah atas kondisi hari ini, jaga keluarga, jaga hati, jaga fisik dan jaga mental jangan panik dan cemas. 

Sikap guru

Kepada sahabatku guru Indonesia jangan pernah bosan menyuarakan kebaikan untuk anak didik kita. Lakukan proses pembelajaran sebagaimana amanat Mas Menteri Pantau mereka dan terimalah kertas kerja mereka, lakukan penilaian dengan  objektif dengan tanpa membebani siswa. Selalu berdoa semoga kita dipertemukan kembali di dalam ruang kelas. 

Terima kasih untuk semuanya, terutama tim medis atas perjuangannya menangani pasien Covid-19.