Guree.id, Lhokseumawe, 18 April 2020, Sahabat guree.id, hidup ini penuh tantangan, hidup tanpa tantangan bukan kehidupan namanya. Dalam hidup ini kita sering mengatakan aduh enak sekali dia, enak sekali kamu dan enak sekali bapak itu, enak sekali sipulan. Pokoknya yang enak-enak itu selalu berada pada orang lain, misal ketika melihat tukang becak tidur pulas di atas becaknya sambil menunggu penumpang , lalu kita bilang, oma enak kali tidurnya.  Ketika melihat orang lain senang, oma enak kali dia, kenapa kita tidak bersyukur apa yang telah Allah anugerahkan kepada kita dan lebih dalam melihat pada diri kita. Disisi lain  ada juga teman yang menganngap semua pekerjaan oang lain gampang-gampang saja malah meremehkan padahal ketika tiba giliran dia untuk mengerjakannya lebih parah mungkin atau bisa jadi baru tahu rasa. Jadi hargailah sesama, sekecil apapun yang dikerjakan orang lain hargai itu.

Dalam hidup ini sesuatu yang biasa bagi orang lain menjadi luar biasa bagi kita  dan sebaliknya sesuatu yang luar biasa bagi orang lain menjadi biasa bagi kita. Sebagai ilustrasi, ketika kita melihat orang lain mengangkat beban yang sangat berat di atas pundaknya  kita menjadi tertunduk seolah-olah beban itu ketika pikul berat sekali. Padahal bagi orang tersebut itu menjadi biasa saja karena sudah sering di jalani dalam hidupnya. Begitu juga ketika kita melihat menu makanan yang tidak kita sukai atau tidak level, langsung ekpresi berubah tidak selera. Tetapi bagi orang lain itu nikmat sekali misal makan  hanya nasi putih + cabe+garam, karena itulah kemampuan dia yang Allah berikan. Saya pernah menyaksikan teman satu cost waktu kuliah, sarapan pagi ya nasi putih plus garam plus cabe, tetapi nikmat sekali bagi dia dan cara makannya in sekali. Jadi jangan kita beranggapan bahwa di lingkungan kita tidak ada saudara kita seperti itu, maka bersyukurlah. Syukuri apa yang ada dan nimati saja.

Hidup ini bagaikan komedi putar kawan, ketika kita berada di posisi bawah aman saja karena tidak banyak yang kita lihat, tapi jangan pesimis ketika melihat orang lain sudah berada di puncak, karena akan sampai juga kepuncak seiring waktu berjalan.  Berada di posisi tengah, jantung sudah mulai berdebar, itu pertanda tantangan sudah mulai. Begitu berada di puncak, andrenalin pun bekerja dan keluar keringat dingin apalagi orang yang phobia dengan ketinggian. Semakin tinggi, tantangannya semakin banyak  dan beragam. Tetapi tidak boleh sinis melihat orang yang masih berada di posisi bawah atau pertengahan dan yakinlah orang tersebut juga akan menyusul ke puncak.

Itulah hidup di dunia yang fana ini, tidak ada yang abadi. Kecuali orang bijak berkata “ Perubahanlah yang kekal abadi selain dari itu semua berubah”.Dapat kita lihat dan kita rasakan masing-masing, makanya tidak heran ketika seseorang lagi senang duduk di kursi empuk tiba-tiba harus tidur dan beraktifitas di kamar 3x3 alias penjara. Ada juga orang yang biasa-biasa saja tiba-tiba menjadi kaya dan terkenal. Itu fenomena hidup yang dijalani anak manusia sebelum ia berpulang kepada sang Pencipta yaitu Allah Subhana hua taala yang Maha memiliki jagad raya ini.

Demikian supaya dapat menjadi bahan renungan bagi penulis dan pembaca, terimakasih sudah singgah di blog saya. 

MARI LAWAN CORONA