GUREE.ID,LHOKSEUMAWE, 24 November 2020, Pandemi Covid-19 menyebabkan sekolah sepi dari belajar dan candaan siswanya. Sembilan bulan sudah kondisi yang tidak menguntungkan ini membuat siswa bosan, orang tua stres dan guru menambah kerja ekstra karena harus melayani PBR daring dan luring. Laporan BDR guru dan Tendik harus disetor setiap awal bulan sebagai bukti kinerja masa pandemi. Kondisi peserta didik kebanyakan  lepas kendali, los kontrol dari orang tua. Hal ini sangat beralasan, disisi lain orang tua juga sibuk mencari nafkah kebutuhan keluarga. 


Berdasarkan surat rekomendasi dari Satuan Tugas Penanganan  Covid-19 Kota Lhokseumawe nomor 360/58/2020 tertanggal 3 November 2020, yang ditujukan kepada Walikota Lhokseumawe membolehkan sekolah tatap muka masa pandemi. Kebijakan belajar tatap muka masa pandemi Covid-19 tetap memperhatikan kebijakan Pemerintah tentang kedisiplinan menjalankan  protokol kesehatan dan protokol pendidikan. Era new normal merupakan masa transisi menjalankan kebiasaan lama menuju kebiasaan baru.


Menyikapi rekomendasi tersebut Kacabdisdik wilayah Kota Lhokseumawe mengadakan rapat dengan Kepala SMA,SMK dan SLB Kota Lhokseumawe pada 20 November 2020 yang bertujuan konfirmasi kesiapan sekolah.  Setelah berkoordinasi dan konsultasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi maka Kacabdisdik Kota Lhokseumawe Drs.Anwar,M.Pd, menyatakan belajar  Tatap muka bagi SMA,SMK dan SLB dibolehkan dengan ketentuan:

  1. Berpedoman kepada Rekomendasi Satgas Penanganan Covid-19 Kota Lhokseumawe;

  2. Kesiapan sekolah tentang protokol kesehatan dan protokol pendidikan;

  3. Adanya rekomendasi dari komite sekolah;

  4. Adanya surat pernyataan dari orang tua siswa.


Jika sekolah belum siap dengan protokol kesehatan dan protokol pendidikan jangan dipaksakan untuk tatap muka. Jika sudah siap dapat dilaksanakan tatap muka pada hari Rabu tanggal 25 November 2020, demikian penegasan Kacabdisdik Lhokseumawe yang ditemui guree.id Kantornya. Seluruh sekolah di Lhokseumawe sebenarnya sudah siap menyambut New Normal pada Juli 2020. Namun demikian perlu dipantau kembali kesiapan protokol kesehatan dan pendidikan  seperti Wastafel dengan air yang mengalir, Thermo gun, alur kedatangan dan kepulangan siswa, Roster belajar dua shif,  kelas dengan jumlah 18 bangku.