GUREE.ID, LHOKSEUMAWE, 11 November 2020. Segala puji bagi Allah dan kepada-Nya kita selalu mohon pertolongan, Allah tempat  bergantung segala sesuatu.  Sahabat guree.id mari kita kilas balik mengingatkan kembali sejarah kelahiran Nabi Muhammad Rasulullah Shallallahi Alaihi Wasallam.  Rasulullah diutus oleh Allah SWT. untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Pada masa  itu manusia dalam kegelapan dan kehilangan pegangan hidupnya, lahirlah seorang bayi dari keluarga yang sederhana, di kota Mekah. Bayi yang lahir dari Aminah  pada  tanggal 12 Rabi’ul Awal tahun Gajah atau 20 April 571 M. diberi nama Muhammad oleh kakeknya Abdul Muthalib karena Baginda Rasulullah yatim, ayahnya bernama Abdullah meninggal 7 bulan sebelum Rasulullah Lahir. 

Kenapa dinamakan tahun Gajah, karena pada saat itu Kota Mekah diserang oleh pasukan tentara Nasrani di bawah pimpinan Abrahah dari Yaman. Mereka bermaksud untuk menghancurkan Ka’bah. Abrahah yang berkenderaan Gajah dan pasukannya dihancurkan oleh Allah Subhana hu wa Ta’ala. sebelum maksud mereka tercapai.  Allah mengirimkan burung ababil untuk menyerang pasukan Abrahah.


Ayahnya Nabi Muhammad bernama Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hasyim bin Abdumanaf bin Qushai bin Kilab bin Murrah dari golongan Arab Banu Israil.  Aminah binti Wahab bin Abdumanaf bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah ibunda dari Nabi. Nabi Muhammad baik dari keluarga Ayah dan Ibunya termasuk golongan bangsawan dan terhormat dalam kalangan kabilah-kabilah Arab. Nabi Muhammad Shallallahi Alaihi Wasallam diserahkan ibunya kepada seorang perempuan yang baik, Halimah Sa’diyah dari Bani Sa’ad kabilah Hawazin untuk disusui, diasuh dan dibesarkan sampai berusia lima tahun. 


Ketika diantar kembali ke Mekah oleh Halimah  ke pada ibunya Sitti Aminah   Muhammad berusia Lima setahun, kemudian di bawa ibunya ke Madinah bersama-sama dengan Ummu Aiman, sahaya peninggalan Ayahnya.  Tujuan di bawa ke Madinah untuk diperkenalkan pada keluarga ayahnya dan menziarahi makam ayahnya. Satu bulan kemudian kembali ke Mekah, dalam perjalanan pulang tiba-tiba Aminah sakit dan meinggal dan dimakamkan  desa Abwa’ (antara Madinah dan Juhfah, kira-kira 23 mil sebelah selatan kota Madinah).


Umur 15 tahun Nabi Muhammad ikut aktif dalam membantu pamannya menyediakan keperluan peperangan. Perang antara suku Quraish dan Kinanah dengan suku Qais 'Ailan. 

Muhammad S.A.W. umurnya bertambah dan sudah bisa menjalankan penghidupan sendiri sehingga pada suatu ketika dipercayakan oleh janda kaya raya yaitu Khadijah untuk membawa barang dagangannya ke Syam. 

Perjalanan ke Syam ditemani oleh Maisarah 

Sepulang dari Syam dengan membawa keuntungan dari barang dagangan langsung menyerahkan kepada Khadijah. Rasulullah yang tampan,  jujur dan amanah membuat Khadijah janda kaya ingin melamar Muhammad, maka mengirim utusan untuk melamar Muhammad kepada pamanya Abu Thalib. Setelah sepakat maka Muhammad Shallallahi Alaihi Wasallam umur 20 tahun resmi menikah Siti Khadijah yang berumur 40 tahun.


Orang yang pertama sekali mengakui kerasulan Nabi Muhammad adalah Khadijah. Muhammad s.a.w. memperoleh kasih sayang dan cinta dari Khadijah, yang membuatnya tentram. Khadijah siap dalam kondisi apapun bahkan mengorbankan harta sekalipun untuk bersama Muhammad. 


Umur Muhammad 35 tahun terjadi peristiwa pemindahan Batu hitam (Al Hajarul Aswad)  ke tempat asal. Terjadi perselisihan siapa yang berhak memindahkan Batu Hitam ke Ka'bah antara kelompok pemuka pemuka Quraisy. Datanglah Muhammad Shallallahi Alaihi Wasallam untuk menjadi juru damai yang sudah disetujui kedua kelompok. Betapa bijaknya Muhammad, dengan mengambil sehelai kain lalu Al Hajarul Aswad diletakkan di atas kain itu. Muhammad Shallallahi Allah Wasallam menyuruh masing-masing pemuka Quraisy bersama-sama mengangkat tepi kain ke tempat asal Al Hajarul Aswad, dan Muhammad Shallallahi Alaihi Wasallam meletakkan batu hitam tersebut ke tempatnya. Selesailah sengketa kedua belah pihak dengan membawa kepuasan. Masya Allah sangat bijak cara penyelesaian masalah kehidupan semoga bisa mencontoh bagi kita yang hidup tidak bersama Rasulullah.


Muhammad Shallallahi Alaihi Wasallam semenjak kecil sampai dengan dewasa terkenal sebagai orang jujur, berbudi luhur dan mempunyai kepribadian yang tinggi. Karena jujur dalam perkataan dan perbuatan, maka beliau dijuluki Al-Amin (orang yang dapat dipercaya).


Muhammad Shallallahi Alaihi Wasallam memiliki bakat-bakat dan berjiwa besar, kecerdasan pikirannya, ketajaman otak nya, kehalusan perasaannya, kekuatan ingatannya, kecepatan tanggapannya, kemaun yang keras. Seluruh pengalaman hidupnya, mendapat pengolahan yang sempurna dalam jiwanya.


Pada malam 17 Ramadhan, 6 Agustus 610 Masehi di waktu Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sedang bertahannuts (menyiapkan diri) di Gua Hira yang berada di bukit Jabal Nur (bukit cahaya) tiga mil sebelah utara Mekah. Malaikat Jibril a.s datang membawa wahyu dan menyuruh Muhammad untuk membacanya. Bacalah kata Jibril, dengan terperanjat Muhammad menjawab Aku tidak dapat membaca. Malaikat Jibril a.s merengkuh Muhammad sampai beberapa kali lalu disuruh lagi Bacalah, tetap Muhammad menjawab Aku tidak dapat membaca, berulang sampai tiga kali baru Muhammad Shallallahi Alaihi Wasallam berkata "Apa yang kubawa". Kata Jibril a.s Iqrak Bismi Rabbikallazi… (QS:Al'Alaq). Wahyu yang pertama sekali turun dari Allah Subhana hua ta'ala kepada Nabi Muhammad Shallallahi Alaihi Wasallam pada saat beliau dinobatkan sebagai Rasulullah, sebagai utusan Allah kepada seluruh umat manusia. Nabi Muhammad Shallallahi Alaihi Wasallam menjadi Rasulullah pada umur 40 tahun 6 bulan 8 hari menurut bulan Qomariyah atau 39 tahun 3 bulan 8 hari menurut tahun matahari (Syamsiah).

Saya mohon maaf jika ada yang kurang relevan, karena saya bukan ahli sirah nabawiyah, tetapi tulisan ini untuk membangkitkan kecintaan kepada Babinsa Rasulullah Shallallahi Alaihi Wasallam. 

Demikian tulisan singkat ini semoga bermanfaat.

Sumber: Al Qur'an dan Terjemahannya Departemen Agama Tahun 1993