SDIT MUHAMMADIYAH LHOKSEUMAWE MENGHAFAL AL-QURAN SEMUDAH TERSENYUM

GUREE.ID, LHOKSEUMAWE, 23 Januari 2021, Salah satu ciri dari Sekolah Islam Terpadu adalah adanya Tanfidzul Quran dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Perpaduan kurikulum yang menerapkan konsep pendidikan Islam berlandaskan Al-Quran dan As-sunnah. Dalam rangka meningkatkan kemampuan guru untuk memahami serta mengaplikasikan Kurikulum Tahfidz maka SDIT Muhammadiyah mengadakan  "Workshop Penguatan Kurikulum Tahfidz". 

Kepala SDIT Muhammadiyah Faisal, M.Pd mengatakan tujuan dari workshop ini adalah memberi pengetahuan dan penguatan tentang kurikulum tahfidz kepada guru-guru. Selain itu memotivasi guru-guru agar lebih bersemangat menghafal Al-Quran dan dapat diaplikasikan dalam proses pembelajaran. Faisal menambahkan Metode dan cara menghafal Al-Quran yang benar perlu diluruskan semenjak dini kepada peserta didik.  

Baca juga: Asesmen Nasional Diundur, Sekolah Punya Kesempatan Persiapan Lebih Optimal

Workshop yang dilaksanakan di SDIT Muhammadiyah Lhokseumawe dibuka oleh Ketua PDM Kota Lhokseumawe  Drs.H.Baihaqi Muhammad, dan dihadiri oleh Ketua Dikdasmen Muhammadiyah serta Komite Sekolah. Peserta workshop yg bertemakan "Menghafal Alquran semudah senyuman" diikuti oleh seluruh guru SDITMU sebanyak 15 orang. 

Baca Juga: LTMPT: UNIMAL Menampung 3.118 Mahasiswa Jalur  SNMPTN Tahun Akademik 2021/2022.

Workshop Kurikulum Tahfidz dibimbing oleh Narasumber Ustadz Rizki Dasilva, S.Pd. I., MA. dari Bireuen.  Ustadz Rizki sebagai Master Trainer yang sudah cukup berpengalaman dalam mengelola SDIT. karena beliau  juga menjabat Kepsek SDIT Muhammadiyah Bireuen. Banyak sekali Best Practice yang dapat dipetik dari narasumber.

Harapan kita semua, setelah workshop adanya perubahan yang signifikan dalam proses pembelajaran pada SDIT Muhammadiyah Lhokseumawe. 

0 Comments