Muhasabah Bulan Rajab

GUREE.ID, LHOKSEUMAWE, Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh, sahabat guree.id yang dirahmati Allah tetap semangat dalam menjalani hidup dan kehidupan ini. Kali ini guree akan mengingatkan kelebihan bulan Haram, yaitu Rajab, Zulkaedah, Dzulhijjah dan Muharram. 

Tanpa terasa hari ini kita sudah berada di bulan Rajab, yang berarti tidak lama berselang dengan Sya'ban sudah tiba bulan Ramadhan 1442 H. Semoga Allah mempertemukan kita dengan Ramadhan 1442 H. Sebelum Ramadhan tiba, mari perbanyak amalan kebaikan di bulan Rajab dan bulan Sya'ban. Karena bulan Rajab  merupakan bulan haram dan bulan Sya'ban bulan yang dimuliakan Allah. 

Baca juga: Mengapa Bank Syariah di Aceh

Bulan Sya'ban juga bulan diangkat seluruh amalan anak Adam, maka Rasulullah memperbanyak puasa di bulan Syakban. Dalam satu riwayat Rasulullah cuma 2 hari tidak berpuasa di bulan Syakban. Marilah perbanyak amalan kita  dibulan-bulan yang digandakan pahala oleh Allah Subhana Hua Ta Ala. Jikalau pada bulan lain bersedekah mendapatkan 700 kebaikan maka di bulan haram menjadi 1.400 kebaikan.  Jangan menzalimi diri sendiri maupun orang lain. Meninggalkan perintah Allah bentuk menzalimi diri sendiri seperti meninggalkan shalat. Menghilangkan hak-hak orang lain sekecil apapun itulah bentuk menzalimi orang lain. Sekecil apapun bentuk yang dapat menghilangkan hak orang lain termasuk menzalimi.  Mendahului lampu merah sebagai contoh menzalimi pengguna jalan.  

Baca juga: Sejarah Singkat Kelahiran Nabi Muhammad Sampai Menjadi Rasulullah

Amal kebajikan di bulan Rajab puasa senin kamis, puasa Ayyamul Bidh yaitu puasa setiap tanggal 13,14 dan 15 setiap bulan atau puasa selang hari, dan amalan sunnah lainnya. Amalan pada bulan Sya'ban berpuasa 15 hari pertama berhenti di nisfu Sya'ban atau berpuasa sampai dengan hari ke 28 Sya'ban  jika  sanggup.

Pasca Ramadhan bulan Zulkaedah dan bulan Dzulhijjah termasuk bulan haram. Bulan Dzulhijjah disebut juga dengan bulan Haji, disunnahkan bagi kita untuk berpuasa 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

Baca juga: Kejujuran Bangsa Indonesia dan Akhlak Rasulullah

Tulisan ini jangan dijadikan sebagai rujukan karena saya bukan ahlinya, tulisan ini berdasarkan serapan saya mengikuti pengajian Ust. H.Nazli Hasan,MA. Tulisan ini untuk mengajak pribadi saya untuk berbuat baik dan menghindari yang dilarang Allah SWT. Semoga Allah menerima amalan kita dan menerima kita sebagai tamu di surga-Nya dengan rahmat dan kasih sayang Allah. 

Mari saudaraku kita perbanyak amalan kebajikan kita mumpung masih ada kesempatan. Waktu itu cukup asal kita mau mempergunakannya, waktu yang telah hilang tidak bisa dikejar lagi. 

Demikian muhasabah Rajab 1442 Hijriah, semoga kita menjadi pribadi yang menjaga kewajiban untuk akhirat. Dunia ini sebagai jembatan menuju akhirat yang hakiki.

by:@mukhtarilyas

0 Comments