GUREE.ID, LHOKSEUMAWE, 30 Desember 2020,  Asesmen Nasional 2021 adalah pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah, dan program kesetaraan jenjang dasar dan menengah. Apa yang diukur, mengukur ranah AKM, Survey Karakter dan yang ketiga Pengukuran Survey Lingkungan. AKM dan Survey Karakter dapat dilihat pada postingan sebelumnya. Kali ini fokus  Apa Survey Lingkungan. Apa yang disurvey dalam lingkungan belajar dan siapa yang melakukannya. Survey lingkungan belajar oleh Kepala sekolah, guru dan siswa. Kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran merupakan bagian dari survei lingkungan.

Mengkondisikan suasana  belajar yang nyaman merupakan tugas dari Sekolah. Kepala sekolah bersama dewan guru harus bisa menyediakan lingkungan belajar yang menyenangkan bagi siswa. Mengkondisikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan bagi peserta didik. 


Peserta didik berhak mengevaluasi lingkungan belajar dan lingkungan satuan pendidikan. Sinkronisasi antara siswa, guru dan kepala sekolah dalam penilaian menjadi barometer dalam langkah  untuk perbaikan lingkungan belajar. 

Iklim sekolah menurut Bloom "Kondisi yang bisa memberi pengaruh dan rangsangan dari luar yang meliputi pengaruh fisik, sosial, dan intelektual  bagi peserta didik". Iklim sekolah adalah suasana yang memberikan dorongan bagi seluruh warga sekolah, siswa,guru,Tendik dan kepala sekolah mencintai sekolah. Membuat mereka betah, merindukan sekolah dan memberikan kenyamanan dengan konsep saling menghargai. Memupuk kebersamaan untuk merasa memiliki sekolah, ini merupakan tugas semua warga sekolah, terutama kepala sekolah selaku manajer.

Apa yang di perlu diperbaiki dengan lingkungan belajar? 

  1. Iklim keamanan sekolah yang meliputi wellbeing (individu yang bermental sehat) siswa, sikap dan keyakinan guru, kebijakan dan program sekolah;

  2. Iklim kebhinnekaan sekolah yang meliputi praktik multikultural di sekolah yaitu menjunjung tinggi keberagaman maklum Indonesia terdiri atas 17.500 buah pulau dan berbagai suku bangsa dengan keyakinan yang berbeda-beda. Saling menghargai sesama anak bangsa. Untuk itu perlu menyamakan sikap siswa, guru dan Kepala sekolah. Iklim kebhinnekaan sekolah juga dipengaruhi oleh kebijakan dan program sekolah;

  3. Indeks sosial ekonomi, meliputi pendidikan orang tua, profesi orang tua dan fasilitas belajar di rumah;

  4. Kualitas pembelajaran, meliputi manajemen kelas, dukungan afektif dan aktivasi kognitif.

  5. Guru harus ada pengembangan,  meliputi refleksi dan perbaikan pembelajaran, seorang guru setelah proses pembelajaran berlangsung memikirkan kembali tentang metode, model pembentukan sikap sudah sesuai dan apakah ada perubahan   jika tidak bagaimana caranya. Adanya dukungan untuk refleksi guru dalam hal ini kepala sekolah. 

Mari kita Kondisikan lingkungan pembelajaran  yang  menyenangkan semua warga sekolah. Siswa, guru,Tendik dan Kepala sekolah memiliki rasa memiliki yang tinggi terhadap sekolah. Ada ikatan yang selalu merindukan sekolah. Orang tua juga harus bekerja sama saling mendukung dengan menyediakan fasilitas belajar yang memadai di rumah. Tidak dapat dipungkiri bahwa faktor kroni dan profesi orang tua turut berpengaruh terhadap pembelajaran siswa. 

Tulisan ini disarikan dari materi sosialisasi Asesmen Nasional Kemendikbud. Semoga bermanfaat.