GUREE.ID, LHOKSEUMAWE, 25 Desember 2020, Hai sahabat guree.id di mana saja anda berada, selamat menikmati hari-hari indah bersama orang-orang yang kita  sayangi dan cintai. Perilaku seseorang baik atau buruk atau tercela sangat tergantung bagaimana proses interaksi  yang terjadi dalam keluarga. Keluarga adalah guru pertama bagi setiap anak dalam hal ini Ibu Bapaknya. 

Perilaku anak bisa berperilaku pang atau geng di luar rumah terjadi tidak terlepas dari pengawasan dari orang tua yang sudah kendor. Dalam keluarga tidak ada lagi tegur sapa, orang tua tidak pernah lagi bertanya kepada anaknya dari mana dan hendak ke mana. Anak pun semau gue karena dianggap hal yang dia dilakukan biasa saja dalam pandangan orang tua. Anak mau pulang dini hari tidak ada yang tanya, sholat subuhnya di mana tidak lagi menjadi pengawalan dari orang tua. 

Kemungkaran yang terjadi disana sini baik di desa, kota dan bahkan sebuah negara itu berasal dari keluarga. 

Jika keluarga baik maka desa sampai status Negara pun akan baik. 

Kemungkaran harus dicegah baik dengan perbuatan, lisan dan selemah-lemah dengan hati. Selemah-lemah iman mencegah dengan hati. Mencegah perbuatan mungkar dengan hati tidak berdampak kepada si pelaku, hanya bagi individu yang lemah iman saja. Sebagai ilustrasi seorang menjemur padi datanglah seekor ayam mematuk padi, lalu yang punya padi bergumam dalam hati aduh habis padi saya, tanpa bersuara dan action ayam tidak akan bergerak dari padi. Begitu juga dengan perbuatan mungkar, jika hanya dengan hati kita khawatir lama-lama akan terkontaminasi malah masuk dalam perangkap mungkar. 


Marilah sahabat semua kita mencegah perbuatan mungkar terutama dalam keluarga kita, anak isteri, suami, adik dan saudara kita dengan lisan. Jangan menggunakan hati saja itu tidak efektif. Dengan lisan, juga perbuatan  belum tentu efektif jika tidak izin Allah SWT. Ingat posisi kita sebagai reporter, sedangkan hidayah untuk seseorang berubah dari Allah S.W.T. Tetapi kita tidak boleh berhenti menyuarakan kebaikan, bersuara terus sampai akhir hayat. 


Tulisan ini menjadi motivasi kita dalam memperbaiki perilaku anak, dan kita kiranya dapat menjadi role model di dalam keluarga. Semoga kita menjadi orang tua yang menjadi contoh terutama perilaku berakhlakul karimah,  bukan memberi contoh. Jadilah orang tua yang membanggakan anak dan keluarga. Kesuksesan anak sangat berkolerasi dengan bagaimana proses pembimbingan yang dilakukan orang tua.